Foto Erick Thohir dan Puan Berbusana Muslim Beredar, Netizen: Identitas Palsu yang Bermunculan Ketika Musim Pemilu Mulai Dekat

Terkini.id, Jakarta – Foto Menteri BUMN, Erick Thohir dan Ketua DPR RI, Puan Maharani berbusana muslim beredar luar luas di media sosial Twitter.

Beredarnya foto kedua pejabat berbusana muslim ini mendapat beragam respon dari warganet di media sosial Twitter.

Dalam narasi tanggapan netizen di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Senin 27 Juni 2022, netizen menilai itu adalah politik identitas tapi hanya sebuah identitas palsu yang ditunjukkan oleh elit menjelang pemilu.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Masifkan Sosialisasi Program BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Menurut netizen, menyebut ini salah satu bentuk politik identitas yang sedang dipertontonkan dihadapan publik dan menunjukkan bahwa pemilu sudah dekat.

“Politik identitas… Tapi identitas palsu yang bermuculan ketika musim pemilu mulai dekat”, tulis netizen dengan akun @maulanabdu.

Baca Juga: Mantapkan Rencana Safari Politik Puan, PDIP Bentuk Tim Khusus untuk...

Selain itu, netizen mengimbau untuk memilih pemimpin yang betul-betul bekerja untuk rakyat dan meminta umat muslim di Indonesia untuk selektif dalam memilih pemimpin.

Menurut netizen, busana muslim yang dikenakan Erick Thohir dan Puan Maharani tidak menjamin mereka bisa memimpin dengan baik.

Tak hanya itu, netizen beranggapan bahwa tampilan kedua elit itu hanyalah untuk mendapatkan tiket dukungan dari umat muslim menuju kursi kekuasaan.

Baca Juga: Mantapkan Rencana Safari Politik Puan, PDIP Bentuk Tim Khusus untuk...

“Jangan mau jadi goblok lagi. Ayo ummat Muslim di Indonesia, ingat 2 orang ini sengaja menipu kita dengan berpakaian seperti ummat Muslim taat padahal di dalam pikirannya hanya untuk bisa duduk di kursi kekuasaan. Setelah itu menindas ummat Muslim!”, komentar akun @ZZhorief.

Netizen menilai, sasaran pendukung yang akan dutuju dengan mengenakan busana muslim seperti Erick Thohir dan Puan Maharani adalah muslim yang ada di pelosok yang jauh dari teknologi.

“Target mereka bukan moslem yg di kota besar tapi yg di pinggiran, pesisir dan pedalaman, yg jauh dari teknologi, yg tingkat kepatuhan sama kepala suku, ketua RT RW Lurah masih tinggi. Tentu mereka masih gampang dikibulin”, komentar akun @SayaSukanta.

Bagikan