Terkini, Makassar — Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Makassar, Kasrudi, meminta Pemerintah Kota Makassar lebih serius dalam merancang program jangka pendek dan jangka panjang untuk menangani persoalan sampah di Kecamatan Manggala, khususnya di kawasan TPA Antang.
Menurutnya, hingga saat ini langkah konkret dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar belum terlihat maksimal, padahal persoalan sampah menjadi keluhan rutin masyarakat setiap tahunnya.
Kasrudi menilai, meskipun Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah memberikan arahan, implementasi di tingkat teknis dinilai belum berjalan optimal. Ia menegaskan, dalam satu tahun masa pemerintahan, seharusnya sudah terlihat progres nyata, terlebih isu persampahan menjadi salah satu prioritas.
“Justru yang terjadi, sampah semakin menumpuk dan memunculkan persoalan baru. Pembukaan lahan baru untuk pembuangan juga bukan solusi, melainkan menambah masalah,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menyoroti dampak yang ditimbulkan, mulai dari bau tidak sedap hingga kemacetan di sekitar area TPA. Untuk itu, Kasrudi mendorong adanya sistem pemilahan sampah sebagai solusi jangka pendek guna mengurangi volume yang masuk ke TPA.
- Muzayyin Arif Minta Kubu Mufassir Tunjukkan Bukti Tanah Wakaf Pesantren yang Dijual
- Rural ICT Camp 2026 di Maros Dorong Teknologi Digital untuk Perkuat Ketahanan Pesisir
- Inovasi Rewata, Bupati Jeneponto Serahkan Adminduk Bayi Baru Lahir di RSUD Lanto Daeng Pasewang
- Pertanian Bone Bersiap Naik Kelas, Polbangtan Kementan Bawa Solusi SDM dan Teknologi
- 702 Batang Kayu Besi Ilegal Diselundupkan dari Buton, Gakkumhut Sulawesi Kantongi Nama Pemilik dan Pembeli
Sementara untuk jangka panjang, ia mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi strategis yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin disebut terus berupaya melakukan pembenahan di kawasan TPA Antang. Salah satunya melalui rencana pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju TPA Tamangapa dengan anggaran Rp10,6 miliar serta penataan pedestrian senilai Rp12,65 miliar.
Munafri menegaskan, pemerintah tengah menyiapkan langkah konkret agar proses pengelolaan sampah, khususnya bongkar muat armada, dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan melalui koordinasi lintas dinas teknis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
