Makassar Terkini
Masuk

Gagal Capai Target Penjualan, SPG Cantik Ini Dihukum Secara Tak Manusiawi

Terkini.id, Tuban – Sungguh miris nasib seorang Sales Promotion Girl (SPG) smartphone di Jalan Basuki Rahmat Tuban, Gemilang Indra Yuliarti (24).

Warga Jalan Dukuhan Kabupaten Kota Tuban ini diberi hukuman yang tidak manusiawi oleh Supervisor di tempatnya bekerja lantaran gagal mencapai target penjualan.

Tak tanggung-tanggung, akibat kinerja penjualannya yang menurun, gadis cantik ini dipaksa push up, skot jump, joget-joget, dan bahkan lari tengah malam.

Dari pengakuan Gemilang, terungkap bahwa di perusahaan smartphone tersebut memang telah diberlakukan reward and punishment bagi karyawan.

Jika SPG tidak dapat menjual produk smartphone sesuai target, maka hukuman yang diberikan yakni dipaksa lari hingga satu kilometer, berjoget di depan toko dengan berdandan ala badut, makan bawang, terasi, pare, bahkan hingga denda dan potong gaji.

“Mulai awal saya bekerja sudah ada hukuman seperti push up, skot jump, joget-joget, dan bahkan lari tengah malam, namun semakin ke sini hukumannya semakin tidak manusiawi,” ungkap Gemilang, dikutip dari suaraindonesia.co.id, Kamis 28 Februari 2019.

Korban melapor ke polisi

Tak terima dengan perlakuan yang diterimanya, Gemilang pun melaporkan tempatnya bekerja tersebut ke Satreskrim Polres Tuban.

“Saya laporkan ini ke polisi karena sudah tidak tahan dengan hukuman yang saya terima dan karyawan yang lainya saat tidak melampaui target,” ujar Gemilang.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal Polres Tuban telah menerima pengaduan terkait hukuman yang tidak manusiawi yang dialami Gemilang dan sejumlah karyawan perusahaan ponsel tersebut.

“Pengaduan sudah ada, saat ini kita sudah memeriksa korban,” kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo.

Selanjutnya petugas akan memeriksa para saksi guna menguatkan aduan korban dan kebenaran persekusi yang masih didalami dari hasil penyelidikan. Kemudian petugas akan memanggil para terlapor ke Mapolres Tuban.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, jika memang terbukti ada persekusi, kami akan memanggil para terlapor,” pungkas Mustijat.