Said Didu Sebut Pejabat Kemenkeu Seperti Sales Penjual Aset Negara

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengatakan bahwa pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini seperti sales yang mempromosikan aset negara untuk dibeli oleh pihak lain.

Said Didu mengaku hal ini berbeda dengan yang dulu. Menurutnya dulu pejabat Kemenkeu yang menjaga ketat agar aset negara dan BUMN jatuh ke tangan pihak lain.

Namun, kini pejabat Kemenkeu kata dia, seakan malah seperti SPG penjualan atau pengalihan aset egara dan BUMN.

Baca Juga: Disentil Usai Sindir Jokowi, Said Didu: Saya Sakit Hati karena...

“Dulu pejabat Kemenkeu menjaga sangat ketat agar sampai jangan ada perpindahan tangan aset negara dan aset BUMN ke pihak lain,” tulisnya di akun Twitter pribadinya @msaid_didu yang dilihat pada Minggu, 28 November 2021.

“Sekarang mereka sepertinya menjadi ‘SPG’ penjualan aset negara dan BUMN,” tambahnya.

Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Negara Sebagian Dialokasikan Untuk Pembangunan IKN, Faisal...

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa pemerintah berencana akan menjual sejumlah aset yang dimiliki. PT Waskita Karya telah menyatakan rencana penjualan jalan tol hingga 2025.

Sementara itu, dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia juga direncanakan ada penjualan aset atau penyewaan jangka panjang untuk mendapatkan anggaran pembiayaan.

Dilansir dari Pikiran Rakyat, bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebelumnya menyatakan jika APBN hanya bisa memberikan 20 persen dananya untuk membangun ibu kota baru.

Baca Juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Negara Sebagian Dialokasikan Untuk Pembangunan IKN, Faisal...

Oleh sebab itu, selain rencana penjualan jalan tol dan aset negara yang ada di DKI Jakarta, baru-baru ini pemerintah mengambil keputusan yang mengejutkan tentang pengelolaan Bandara Kualanamu.

Seperti yang dikabarkan bahwa pemerintah melepas hak pengelolaan Bandara Kualanamu kepada India dengan perbandingan saham 49 persen milik pihak lain dan 51 persen milik Indonesia.

Bagikan