Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut akan memprioritaskan kesejahteraan guru honorer.
Untuk itu, pihaknya akan mengkaji APBD Makassar sehingga bisa mengakomodir insentif guru honorer secara bertahap. Mengingat jumlah guru honorer Makassar 2.000 lebih.
“Kita bertahap dulu untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer kita. Kita mungkin lihat dulu dari sisi usia dan pengalamannya, yang paling lama coba kita ajukan,” kata Rudy, Rabu, 5 Agustus 2020.
Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar, di Ruang Rapat Wali Kota Makassar.
Sementara untuk pembangunan sekolah, Rudy mengatakan sejalan dengan keinginan PGRI Makassar untuk memprioritaskan bantuan diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan.
- Hardiknas 2026, Pemkot Perkuat Komitmen Pendidikan dan Tekan Angka Anak Tidak Sekolah di Makassar
- TMMD ke-128, RTLH di Arungkeke Capai 55 Persen, Rumah Tak Layak Berubah Jadi Hunian Layak
- Dirut Pelindo Dorong Layanan Pelabuhan Lebih Aman dan Efisien di Makassar
- Jejak Perjalanan ESG PT Vale 2026: Menavigasi Tantangan, Memberi Dampak Besar
- Hari Jadi ke-163 Jeneponto, Gubernur Bawa Dukungan Rp10 Miliar, Komitmen Kemajuan Daerah
Saat ini, pihaknya, telah mengajukan revisi Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Kementerian Pendidikan untuk memprioritaskan sekolah yang paling membutuhkan bantuan.
“Memprioritaskan bantuan sekolah yang paling membutuhkan sudah masuk perencanaan. Jadi kita pasti prioritaskan sekolah yang bangunannya memperhatinkan,” tukasnya.
Ketua PGRI Makassar, Suarman mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan guru honorer Kota Makassar. Saat ini, insentif guru honorer yang mendapatkan SK Wali Kota Makassar sebesar Rp 1,5 juta.
“Rp1,5 juga itu tidak cukup untuk kebutuhan seharin-hari. Sedangkan tugas pokoknya sama dengan guru ASN yang ada di sekolah. Tentunya kita harapkan ada peningkatan secara bertahap. Dilihat yang mana paling membutuhkan dulu,” kata Suarman.
Ia juga berharap, bantuan sarana dan prasarana sekolah mengutamakan sekolah yang membutuhkan. Mengingat selama ini dari temuannya, bantuan tersebut dibagi rata.
“Katakanlah ada sekolah mau roboh. Ini lah yang kita utamakan untuk diberikan bantuan. Sehingga jelas gedung ini bisa digunakan 10 tahun ke depan,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
