Terkini.id, Makassar – Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut akan memprioritaskan kesejahteraan guru honorer.
Untuk itu, pihaknya akan mengkaji APBD Makassar sehingga bisa mengakomodir insentif guru honorer secara bertahap. Mengingat jumlah guru honorer Makassar 2.000 lebih.
“Kita bertahap dulu untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer kita. Kita mungkin lihat dulu dari sisi usia dan pengalamannya, yang paling lama coba kita ajukan,” kata Rudy, Rabu, 5 Agustus 2020.
Hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar, di Ruang Rapat Wali Kota Makassar.
Sementara untuk pembangunan sekolah, Rudy mengatakan sejalan dengan keinginan PGRI Makassar untuk memprioritaskan bantuan diberikan kepada sekolah yang paling membutuhkan.
- Wali Kota Makassar Minta Antrean BBM Tak Ganggu Masyarakat, Truk dan Bus Diusulkan Antre 21.00-05.00 WITA
- Imbas Kelangkaan BBM, Disdik Makassar Terapkan Pembelajaran Daring untuk TK, SD dan SMP
- Four Points by Sheraton Makassar Genap 11 Tahun, Rayakan dengan Aksi Sosial dan Syukuran
- New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV, Market Share Capai 66,2 Persen
- Alfamart-Sweety Lanjutkan Kolaborasi Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
Saat ini, pihaknya, telah mengajukan revisi Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Kementerian Pendidikan untuk memprioritaskan sekolah yang paling membutuhkan bantuan.
“Memprioritaskan bantuan sekolah yang paling membutuhkan sudah masuk perencanaan. Jadi kita pasti prioritaskan sekolah yang bangunannya memperhatinkan,” tukasnya.
Ketua PGRI Makassar, Suarman mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan guru honorer Kota Makassar. Saat ini, insentif guru honorer yang mendapatkan SK Wali Kota Makassar sebesar Rp 1,5 juta.
“Rp1,5 juga itu tidak cukup untuk kebutuhan seharin-hari. Sedangkan tugas pokoknya sama dengan guru ASN yang ada di sekolah. Tentunya kita harapkan ada peningkatan secara bertahap. Dilihat yang mana paling membutuhkan dulu,” kata Suarman.
Ia juga berharap, bantuan sarana dan prasarana sekolah mengutamakan sekolah yang membutuhkan. Mengingat selama ini dari temuannya, bantuan tersebut dibagi rata.
“Katakanlah ada sekolah mau roboh. Ini lah yang kita utamakan untuk diberikan bantuan. Sehingga jelas gedung ini bisa digunakan 10 tahun ke depan,” harapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
