Gaji Honorer tidak Dibayar Selama 6 Bulan, Aktivis ARM: ini Indikasi Negara Sudah Bangkrut

Gaji Honorer tidak Dibayar Selama 6 Bulan, Aktivis ARM: ini Indikasi Negara Sudah Bangkrut

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta –  Nasib gaji honorer yang gajinya belum dibayar selama enam bulan lebih disinggung oleh salah satu aktivis Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Ida Nurhaidah. Dia mengatakan bahwa gaji honorer perbulannya terbilang kecil, yakni Rp 500 ribu per bulannya.

Ida Nurhaidah mengatakan bahwa gaji Rp 500 ribu tidak cukup untuk menghidupi diri sendiri apa lagi keluarga, sementara angka yang terbilang kecil itu tidak mampu dibayar negara dan menunggak selama enam bulan lamanya dan menyebut bahwa ini merupakan indikasi kebangkrutan negara.

“Kita lihat sendiri, menjelang Idul Fitri pun yang Namanya guru honorer itu enam bulan lebih belum dibayar, padahal satu bulan itu gajinya, honornya hanya 500 ribu rupiah. Kita pakai logika sehat saja 500 ribu rupiah per bulan itu dipakai untuk apa sih?”, kata Ida Nurhaidah dalam sebuah video yang dibagikan oleh akun @DaengWahidin2, dilihat pada Sabtu, 30 April 2022.

Gaji Honorer tidak Dibayar Selama 6 Bulan, Aktivis ARM: ini Indikasi Negara Sudah Bangkrut

Ida mengatakan 500 ribu rupiah itu untuk dipakai sendiri saja tidak cukup, sementara pemerintah tidak memperhatikan nasib para guru honerer dengan menunggak pembayaran gajinya.

“Untuk hidup sendiri aja kayaknya kurang, apalagi untuk keluarga. Nah enam bulan tidak dibayar, mereka hidup pakai apa? Itu logika sehat ya, pemerintah berpikir nggak ke arah situ? Ini indikasi apa kalau bukan bangkrut. Negara sudah bangkrut dan ini sudah melewati batas normal kemanusiaan”, ujar Ida.

Baca Juga

Aktivis ARM itu kemudian mengatakan bahwa dari pandangannya semua sisi elemen Legislatif, Yudikatif, eksekutif itu sudah mati suri dan tidak berfungsi.

“Bukan itu saja, sekarang gini kita melihat semua sisi elemen itu sudah mati, mati suri habis semua kalau dibilang saya berulang kali oligarki betul ologarki. Legislatif, Yudikatif, Eksekutif itu sudah tidak berfungsi  nah sekarang semua manusianya mana nih? Mereka hanya cuap-cuap di media sosial yang katanya pejuang, oh no! sekarang bukan lagi waktunya di media sosial”, ujar Ida.

Ida mengatakan bahwa ini saatnya rakyat Indonesia Bersatu untuk memperjuangkan haknya sebagai warga negara dengan melawan kedzoliman yang ada di negara Indonesia.

“Ini saatnya kita bangkit ini saatnya kita Bersatu ini saatnya media sosial dijadikan hanya iklan tapi aksinya ada di dunia nyata turunlah. Ini bukan tentang kit aini bukan tentang golongan tapi tentang anak-anak kita tentang kehidupan anak-anak kita”, kata Ida.

lembaga tertinggi itu ada di MPR yang terbagi dua menjadi DPR RI dan DPD RI, namun Ida mengatakan bahwa DPR saat ini sama sekali tidak bisa dipercaya.

“Setau saya lembaga tertinggi negara itu ada di MPR. MPR itu ada dua DPD dan DPR. DPR sekarang sudah tidak bisa kita pegang karena memang dia sudah cacat, cacat nalar, cacat logika, sudah tidak berfungsi sama sekali”, tandasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.