Makassar Terkini
Masuk

Diduga Hoaks, Gambar Meme Presiden Jokowi Jadi Tukang Tambal Ban Beredar di Media Sosial

Terkini.id, Jakarta- Sebuah gambar meme memperlihatkan Presiden Jokowi menjadi seorang tukang tambal ban beredar di media sosial. Gambar meme tersebut diduga hoaks. 

Gambar meme tersebut menampakkan Presiden Jokowi selayaknya tukang tambal ban dengan latar tumpukan ban kendaraan bermotor dan mesin kompresor di sisi kiri. 

Dalam gambar tersebut juga menampakkan Presiden Jokowi mengenakan setelan baju dan celana serba hitam dengan kaos putih di dalamnya. Tampak juga Jokowi tengah memegang sebuah ban sepeda motor. 

Gambar meme tersebut beredar di media sosial Twitter, sebagaimana diihat terkini.id pada akun bernama Gamaudungu pada Kamis 2 Juni 2022. 

Akun Gamaudungu tersebut mengatakan dalam unggahan gambar, meminta Presiden Jokowi untuk menghadiri ajang balapan Formula E. 

“Mr. President kudu hadir di ajang balap Formula E,” tulis akun Gamaudungu, Rabu 1 Juni 2022. 

Namun, akun tersebut mengatakan kehadiran Jokowi pada ajang Formula E untuk  berjaga-jaga apabila ada pembalap yang mengalami ban bocor. 

“Buat jaga – jaga jika ada peserta yg alami bocor ban,” lanjutnya.

(Twitter/Gamaudungu)

Mengetahui unggahan gambar meme yang diduga hoaks tersebut, netizen sontak ramai-ramai menghujat akun Gamaudong. 

Seorang netizen bernama akun P_Eneste mengatakan bahwa akun yang mengunggah gambar meme Jokowi telah berhasil merendahkan dirinya sendiri. 

“Begini cara Anda merendahkan dirimu sendiri, dan saya kira Anda berhasil,” tulis akun P_Eneste, Rabu 1 Juni 2022. 

Lebih lanjut, netizen tersebut mengungkapkan akun Gamaudong sangat tidak intelek, beradab dan tidak patut sebagai makhluk yang berakal. 

“Anda jelas jauh dari intelek, adab, dan kepatutan sbg makhluk berakal. Selamat !” ujarnya.

(Twitter/P_Eneste)

Adapun netizen lain bernama akun El_AhmadRipani mengatakan, dengan mengunggah gambar meme Jokowi akan meningkatkan elektabilitas calon presiden yang ingin didukung oleh akun Gamaudungu. 

Namun, hal tersebut dikatakan juga dapat menarik simpati pemilih untuk berpindah mendukung calon presiden yang lain. 

“Kalau dgn bikin beginian malah bikin ningkatin elektabilitas capres yang kalian usung dan menarik simpati swing voters,” ungkap akun El_AhmadRipani, Rabu 1 Juni 2022. 

“Maka lakukanlah terus sampai tahunn 2024,” ujarnya.

(Twitter/El_AhmadRipani)