Terkini.id, Tokyo – Otoritas Jepang terpaksa mengkarantina sedikitnya 3.711 orang di dalam sebuah kapal pesiar karena satu orang penumpangnya yang turun dinyatakan positif virus corona.
Seorang penumpang tersebut sebelumnya telah turun di Hong Kong pekan lalu dan baru diketahui dia mengidap corona.
Melansir dari dilansir AFP, Selasa 4 Februari 2020, juru bicara pemerintahan Jepang, Yoshihide Suga menyebutkan delapan orang di dalam kapal pesiar itu juga mengalami gejala-gejala virus corona seperti demam, saat kapal pesiar itu tiba di Teluk Yokohama pada Senin (3/2) waktu setempat.
Tayangan televisi di negeri tersebut menunjukkan sejumlah petugas karantina menaiki kapal pesiar Diamond Princess yang sedang dikarantina di Yokohama pada Senin (3/2) malam waktu setempat.
Para petugas itu masuk ke dalam kapal pesiar untuk memeriksa 2.666 penumpang dan 1.045 awak yang ada di dalamnya.
- Dari Tangan TNI, Polri Bersama Rakyat Pembangunan RLH Menunjukkan Kemajuan
- MG Luncurkan SUV Listrik MGS5 EV di Makassar, Harga Mulai Rp343 Juta
- Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan Sabbang-Tallang-Sae, Akses Menuju Seko Terus Dikebut
- Ribuan Penonton Padati Lapangan, Adu Penalti Semifinal Bupati Cup I Jeneponto Ditunda
- Halal Bi Halal IKA Teknik Arsitektur UNHAS 2026: Silaturahmi, Olahraga, dan Kolaborasi dalam Satu Ruang
Langkah karantina ini terpaksa dilakukan setelah seorang penumpang berusia 80 tahun yang turun dari kapal pesiar itu di Hong Kong pada 25 Januari lalu, dinyatakan positif terinfeksi virus corona yang kini merajalela.
“Penumpang itu tidak mendatangi pusat medis di dalam kapal saat dia berlayar bersama kami,” terang operator kapal pesiar itu, Carnival Japan, dalam pernyataannya.
“Menurut rumah sakit tempat dia dirawat, kondisinya stabil dan infeksi tidak ditemukan di antara anggota keluarganya yang berlayar bersamanya,” tambah pernyataan Carnival Japan itu.
Dilarang Keluar Kamar
Terpisah, seorang wanita berusia 20-an tahun yang berlayar bersama ibunya di kapal pesiar itu menuturkan kepada media lokal, TBS, bahwa seluruh penumpang ‘diminta untuk tetap di dalam kamar mereka untuk menunggu pemeriksaan virus’.
Wanita tersebut telah menunggu sejak Senin (3/2) waktu setempat dan hingga Selasa (4/2) pagi, dia tidak tahu kapan dirinya dan sang ibunda akan diperiksa.
Pihak Carnival Japan menyatakan bahwa keberangkatan kapal pesiar ini dari Yokohama akan tertunda selama 24 jam hingga Rabu (5/2) besok atau bisa lebih lama.
Dituturkan seorang pejabat Kementerian Kesehatan Jepang yang enggan disebut namanya, para petugas karantina saat ini tengah memeriksa kondisi setiap orang di dalam kapal pesiar.
Suga dalam pernyataannya menyebut keputusan untuk mengizinkan kapal pesiar itu berlabuh dan membiarkan para penumpangnya turun ke daratan Jepang ‘akan diambil di pusat karantina’ dengan mempertimbangkan masa inkubasi 10 hari yang diperkirakan Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Sejak Sabtu 1 Februari lalu, otoritas Jepang melarang setiap warga negara asing (WNA) yang pernah mengunjungi Provinsi Hubei — pusat wabah virus corona — beberapa pekan terakhir, untuk masuk ke wilayahnya.
Warga asing yang memegang paspor asal Hubei juga dilarang masuk. Siapa saja yang menunjukkan gejala virus corona juga bakal dilarang masuk ke Jepang. Suga menyebut sejauh ini, ada delapan warga asing yang dilarang masuk ke Jepang.
Kementerian Kesehatan Jepang pada Senin (3/2) waktu setempat mengonfirmasi ada 20 kasus virus corona di wilayahnya, dengan empat kasus tanpa gejala apapun. Otoritas Jepang juga telah memulangkan lebih dari 500 warganya dari kota Wuhan, yang menjadi asal virus ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
