Terkini.id, Jakarta – Virus corona jenis baru atau 2019-nCoV sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.
Akan tetapi, Indonesia dan Filipina termasuk negara yang saat ini masih ‘steril’ dari virus tersebut. Belum ada kasus yang terkonfirmasi positif sejauh ini.
“Kamu harus bangga sama masyarakat Indonesia itu hebat-hebat,” jelas Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso, dr Mohammad Syahril, SpP, MPH, pada Rabu 29 Januari 2020 dikutip dari detikcom.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr Bambang Wibowo, SpOG(K), MARS, berpendapat hal ini juga dipengaruhi pola hidup sehat serta doa.
“Makanya kita doa itu penting, menjaga perilaku hidup sehat, kemudian doa lagi. Kalau ada apa-apa segera periksa, dan jangan percaya sama informasi yang tidak benar,” ucap dr Bambang.
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Wakil Wali Kota Makassar Sambut Delegasi Pakistan, Fiji, dan Australia dalam IGS Diplomatic Tour 2026
- RISE Antar Makassar ke Panggung Dunia, Raih WRI Ross Center Prize for Cities 2025--2026
Karena Suhu di Indonesia
Benarkah belum ada kasus Corona karena orang Indonesia hebat-hebat dan punya sistem imun lebih baik?
Belum ada yang membuktikan. Namun, diduga virus corona 2019-nCoV “segan” menyebar di Indonesia karena faktor suhu di negeri ini.
Diketahui menurut data dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) suhu rata-rata di Indonesia paling tinggi adalah 35-37 derajat celcius.
Ahli mikrobiologi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD menerangkan bahwa virus akan mudah mati bila terkena panas.
“Pengaruh iklim tropis, karena sinar matahari itu membantu juga kita untuk inaktifkan virus,” kata dr Fera, pada Kamis (30/1/2020).
Menurutnya dalam pengalaman wabah virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) terdahulu, masyarakat Indonesia juga tidak ada yang sampai terinfeksi.
“Berdasarkan yang sudah diteliti sinar matahari itu mampu meinaktifkan virus,” ucap dr Fera.
“Jadi kalau virusnya yang terpercik (batuk atau bersin) itu terkena sinar matahari, dia bisa inaktif. Tidak akan menginfeksi manusia, tapi tetap pola hidup sehatnya harus bagus,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
