Terkini.id, Jakarta – Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo menilai, apa yang dilakukan Moeldoko dengan menerima ‘lamaran’ untuk menjadi Ketum Demokrat versi KLB tidak mencerminkan etika dan moral seorang prajurit TNI.
Mantan Panglima TNI itu banyak menyindir Moeldoko yang terlibat dalam kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret lalu.
“Saya ingin menggaris bawahi, apa yang beliau lakukan tidak mencerminkan kualias etika, moral dan kehormatan yang dimiliki seorang prajurit TNI. Apa yang dilakukan bukan representasi dari kualitas etika moral dan kehormatan prajurit TNI,” ujar Gatot dalam wawancara yang diunggah lewat Instagram resminya @nurmantyo_gatot, Rabu 17 Maret 2021.
Gatot pun mengungkapkan, bahwa dia tidak menduga jika Moeldoko mau menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB yang dianggapnya sudha bertentangan dengan ajaran yang dia sampaikan kepada junironya di TNI.
“Seluruh atribut yang melekat padanya kemudian ikut KLB dan didaulat menjadi ketum, sangat susah bagi saya menduga yang bersangkutan akan melakukan tindakan sebagaimana kita saksikan bersama tanggal 5 Maret di Sibolangit. Ya sekali lagi saya tidak ingin masuk dalam sisi politik dari KLB tersebut,” kata dia lagi.
Berikut pernyataan lengkap Gatot soal Moeldoko yang jadi Ketum Demokrat versi KLB:
Ada mantan prajurit yang juga mantan panglima TNI yang mendapat sorotan publik yang luas karena tindakan yang dianggap melanggar moral dan etika.
Saya ingatkan dengan niat menjaga moral dan etika prajurit TNI. Saya sungguh ingin buat garis batas yang keras dalam hal ini, yang pada awalnya Bung Arif tahu, karena saya hampir tidak percaya akan kejadian dan beliau mau.
Saya sama sekali tidak menduga bertindak seperti itu, mengapa? karena beliau adalah senior saya di Akmil. Berarti beliau ikut bentuk saya, tangan-tangan beliau, kemudian beliau juga peraih Adhi Makayasa, yang terbaik. Beliau angkatan 81.
Dan saya pernah jadi anak buahnya, pada saat beliau jadi KSAD, saya anak buahnya. Saat beliau Panglima TNI, saya anak buahnya.
Seluruh atribut yang melekat padanya, kemudian ikut KLB dan didaulat menjadi ketum, sangat susah bagi saya menduga yang bersangkutan akan melakukan tindakan sebagaimana kita saksikan bersama tanggal 5 Maret di Sibolangit.
Ya sekali lagi saya tidak ingin amsuk dalam sisi politik dari KLB tersebut.
Saya ingin mengaris bawahi apa yang beliau lakukan tidak mencermintakn kualias etika, moral dan kehormatan yang dimilik seorang prajurit TNI.
Apa yang dilakukan bukan representasi dari kualitas etika moral dan kehormatan prajurit TNI.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
