Masuk

Gawat! Omicron Merebak di Afrika Selatan, Kasus Melonjak 8.000 Sehari

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Gawat! Omicron merebak di Afrika Selatan, kasus melonjak 8.000 sehari. Afrika Selatan saat ini dihantam virus corona varian baru Omicron. Sepeti diketahui, penularan perdana Omicron juga ditemukan di wilayah ini. Belum terlalu lama, sejak mewabah pertama kali kini penyebaran varian Omicron di Afrika Selatan dilaporkan kian mengkhawatirkan.

Pasalnya, otoritas pemerintah Afrika Selatan melaporkan varian tersebut saat ini terus meningkat. Selain Afrika Selatan sendiri, saat ini sudah ada lebih 20 negara di dunia yang telah mendeteksi adanya varian Omicron.

Tidak hanya di kawasan Eropa dan Afrika, kini mutasi terbaru Covid-19 itu sudah sampai ke kawasan Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Varian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, Kemenkes Catat Mayoritas Pasien di Usia Produktif

Seorang ahli dari National Institute for Communicable Diseases (Institut Nasional untuk Penyakit Menular/NICD) Afrika Selatan, Dr Michelle Groome mengatakan telah terjadi peningkatan eksponensial dalam infeksi selama dua minggu terakhir.

“Tingkat peningkatannya mengkhawatirkan,” ungkap Groome, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis 2 Desember 2021.

Sebelumnya, kasus konfirmasi di Afrika Selatan mencapai 300 kasus per hari kemudian meningkat menjadi 1.000 pada pekan lalu, selanjutnya dengan cepat menyentuh 3.500 kasus.

Baca Juga: Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli

Teranyar, pada Rabu 1 Desember 2021 kemarin, negara tersebut mencatat penambahan kasus konfirmasi sebanyak 8.561 kasus.

NICD mengatakan, 74 persen dari semua genom virus yang telah disekuensing bulan lalu adalah varian baru, yang pertama kali ditemukan dalam sampel yang diambil pada 8 November 2021 di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai sejauh mana Omicron mampu menular hingga membuat penyakit dengan derajat parah hingga berujung kematian.

Ahli epidemiologi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Maria van Kerkhove memaparkan data tentang seberapa menular Omicron, harus terungkap ke publik dalam beberapa hari.