Gegara Bernardo Tavares Enggan Lepas Pemainnya, Erick Thohir Pikir-pikir Bantu Stadion PSM Makassar

Gegara Bernardo Tavares Enggan Lepas Pemainnya, Erick Thohir Pikir-pikir Bantu Stadion PSM Makassar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Makassar – Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares sebelumnya menolak pemainnya untuk memenuhi panggilan membela Timnas U-23 dalam ajang Piala AFF U-23.

Keputusan itu rupanya ditanggapi keras oleh PSSI, termasuk Erick Thohir. 

Ketua Umum PSSI Erick mengungkapkan bahwa dirinya akan pikir-pikir lagi untuk membantu klub yang menolak pemainnya membela Timnas, untuk mengelola stadion sendiri.

“Ya nanti saya catet (klub yang menolak pemainnya dilepas untuk bela Timnas),” ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Rabu 16 Agustus 2023.

“Ya saya pikirin dulu, kan boleh kita pikir dulu,” ucap Erick Thohir.

Baca Juga

“Kan mereka juga mikir-mikir bantu Merah Putih. Jadi boleh dong saya juga mikir bantu klub? boleh gak?,” tanya Erick.

Erick menjelaskan bahwa pemerintah memang sudah menyiapkan rencana untuk melakukan renovasi stadion-stadion yang ada di Indonesia.

Rencana ini telah lama disiapkan buntut masalah Tragedi Kanjuruhan pada Oktober lalu. Sehingga, stadion-stadion yang ada di Indonesia bakal direnovasi.

Erick Thohir menyebut bahwa Jakarta International Stadium (JIS) pun bisa disiapkan untuk Persija bukan hanya tim nasional.

Begitu juga dengan PSM yang hingga saat ini tidak punya stadion di kota mereka.

“Kan ini ada renovasi stadion oleh pemerintah Rp 1,9 Triliun, di situ pemerintah juga melihat kesempatan klub-klub mengelola lapangan stadium seperti di Persita, seperti yang ada di Bandung,” kata Erick Thohir.

“Nanti kita catet dan ada rekomendasinya. Ini bukannya saya ngancem ya, tapi saya mau membangun klub yang cinta Indonesia juga dong,” ucapnya.

“Kan pemerintah membangun 1,9 Triliun, kalau klub-klub bisa tidak melakukan renovasi ratusan miliar, bisa gak klub-klub bikin stadion besar, kan tidak, artinya apa harus ada saling keseimbangan antara pemerintah dan swasta, kan kita harus saling mendukung.”

Menteri berusia 53 tahun itu mengatakan bahwa semua pihak itu seharusnya memang saling membantu dan bekerja sama.

Sebab dalam membangun sepak bola tak bisa dilakukan setiap individu maupun kelompok tertentu saja.

Namun, semua pihak harus bisa membantu agar sepak bola Tanah Air pun bangkit dan membaik ke depannya.

“Kan tidak bisa kita mau bangun sama-sama ya pokoknya hak, ya tidak bisalah, nanti saya catat,” tutur Erick.

“Ya pasti suporter juga akan sedih, pasti suporter ada yang namanya Merah Putih, ada yang Persija ada yang PSM, ada yang seperti apalagi. Kita lagi memfasilitasi stadion untuk di miliki PSM, termasuk JIS ini kita renovasi termasuk untuk Persija juga, bukan hanya timnas saja,” ujarnya.

Sementara, Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri juga mengritik keras pelatih klub PSM Makassar dan pelatih Persija Jakarta yang juga menolak menolak pemainnya bergabung ke Timnas U-23. Padahal para pemain yang dipanggil adalah yang terbaik.

Indra mengaku memahami jika AFF U-23 bukan agenda FIFA jadi klub berhak menolak. Tapi, itu justru membuat pusing tim pelatih Timnas U-23.

“Kami PSSI bukan tidak paham bahwa AFF itu bukan agenda FIFA, kami paham sekali. Kami juga paham bahwa klub itu adalah tempat pembinaan pemain,” kata Indra Sjafri kepada wartawan.

Namun, menurut Indra, sebagai pelatih klub seharusnya Bernardo Tavares maupun Thomas Doll memahami bahwa klub dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat tim nasional.

“Tapi sebagai pelatih klub, apa tujuan klub dibikin? Memperkuat tim nasional!” tegasnya.

Menanggapi sentilan keras dari Indra Sjafri, Bernardo Tavares pun mengaku tetap menghargai pendapat orang lain.

“Saya menghargai dan respect terhadap opini-opini semua orang,” ungkap Bernando Tavares dikutip dari surya dot co dot id di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Kamis, 17 Agustus 2023.

“Terkait yang disebutkan tadi (kekecewaan Indra Sjafri) saya tidak pernah berkomunikasi dengan siapapun,” lanjutnya.

Bernardo Tavares pun menyebut bahwa PSM Makassar sudah cukup sering melepas pemainnya untuk membela Timnas Indonesia, meskipun para pemainnya itu juga sangat dibutuhkan oleh klub.

“Contohnya Sulthan Zaki, pemain penting di tim kami, kembali 4-5 hari, namun dipanggil kembali,” ucapnya.

Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Portugal ini berharap kepada PSSI agar bisa melihat bahwa PSM Makassar saat ini juga sedang fokus melakukan persiapan menghadapi laga AFC Cup melawan Yangon United pada 23 Agustus, mendatang.

Jika PSM Makassar bisa berbuat banyak di AFC Cup, menurut Bernardo Tavares, maka pastinya rangking Liga 1 Indonesia akan ikut naik di level internasional.

“Saya kira penting juga untuk melihat bagaimana membantu ranking dari liga ini di mata internasional, Rangking FIFA, karena PSM juga bermain di AFC,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bernardo sebelumnya menolak menolak untuk melepas Dzaky Azraf, pemain PSM Makassar untuk bergabung Timnas U-23.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.