Terkini, Makassar – Herman Kajang menyuarakan keprihatinannya terhadap penyebutan nama “Kajang” yang belakangan kerap muncul dalam pemberitaan media maupun pembahasan sidang hak angket DPRD Gowa dengan konotasi negatif.
Menurutnya, penyebutan tersebut berpotensi membentuk persepsi yang keliru terhadap Kajang yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, kejujuran, kesederhanaan, dan amanah.
Keprihatinan itu disampaikan Herman melalui tulisan opini berjudul “Kajang di Belakang Nama Saya”, yang dikirim ke Makassar Terkini pada Sabtu (28/6/2026).
Dalam tulisannya, ia menegaskan bahwa nama Kajang bukan sekadar identitas, melainkan simbol nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur dan harus dijaga kehormatannya.
Herman mengaku tetap mempertahankan kata “Kajang” di belakang namanya sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga marwah warisan budaya tersebut.
- Tandai 51 Tahun Perjalanan, Sompo Insurance Gelar Festival Seni Budaya dan Kesehatan
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
“Nama itu adalah pengingat yang setiap hari menegur saya: jangan pernah membuat malu nilai yang diwariskan leluhur,” Kata Herman.
Ia menilai, masyarakat yang belum pernah mengenal atau mengunjungi Kajang secara langsung berpotensi memiliki persepsi yang keliru apabila nama tersebut terus dikaitkan dengan persoalan yang dilakukan oleh individu tertentu.
Menurut Herman, yang menjadi sumber persoalan adalah perilaku oknum, bukan nilai-nilai yang selama ini dijaga oleh masyarakat Kajang.
Ia menjelaskan bahwa Kajang dikenal sebagai wilayah yang memegang teguh prinsip hidup sederhana, jujur, menjaga amanah, menghormati sesama, serta hidup selaras dengan alam.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, tetap lestari dan tidak berubah hanya karena ada pihak yang menggunakan embel-embel “Kajang” dalam narasi yang negatif.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
