Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, belakangan ini seruan ‘Tangkap Kaesang’ muncul ke publik dan damai diperbincangkan.
Adapun hal tersebut berkaitan dengan Kaesangan yang beberapa waktu lalu dilaporkan oleh Ubedilah Badrun.
Ya, putra Presiden Joko Widodo alias Jokowi itu sebelumnya memang dilaporkan atas dugaan korupsi atau pencucian uang.
Nah, tak heran jikalau muncul berbagai macam pemberitaan di media, termasuk sejumlah seruan-seruan negatif kepada Kaesang.
Menanggapi hal itu, pengamat politik Rocky Gerung lantas menyebut bahwasanya hati Presiden Jokowi pastilah terluka.
- Soal Kasus Rocky Gerung Hina Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin KSP Buka Suara
- Jawaban Rocky Gerung Usai Dilaporkan ke Polisi Oleh Relawan Jokowi: Saya Minta Maaf...
- Polisikan Rocky Gerung, Benny Rhamdani Dianggap Cari Muka ke Jokowi
- Tanggapan Rocky Gerung Soal Komentar Jokowi Tentang Drama KPK Firli-Endar
- Rocky Gerung: Jokowi Pemain Politik, Bukan Kader PDIP
Menurutnya, tagar ‘Tangkap Kaesang’ yang sempat viral di media sosial menjadi salah satu beban bagi Presiden Jokowi.
“Bagaimana pun, Pak Presiden kalau pulang ke Istana Bogor pasti dia ingin ada suatu suasana yang sangat privat untuk bertatap mata dengan keluarganya,” tutur Rocky Gerung dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip terkini.id via Pikiranrakyat pada Rabu, 26 Januari 2022.
“Mungkin merasa kenapa tagar ‘Tangkap Kaesang’ masih ada.”
Adanya tagar yang menyeret nama anaknya, disebut Rocky Gerung past membuat hati Presiden Jokowi terluka.
“Pak Jokowi sebagai orang Jawa, hatinya terluka karena seseorang yang merupakan keluarga dekatnya menjadi olok-olok publik.”
Di sisi lain, diamnya KPK terhadap laporan mengenai Gibran dan Kaesang membuat Aliansi 98 bergerak untuk menggeruduk gedung tersebut pada Senin lalu, 24 Januari 2022.
Oleh karena itu, menurut Rocky Gerung, KPK lebih baik memberikan kesimpulan kepada Presiden Jokowi mengenai dugaan perkara yang menyeret kedua anaknya.
“Jadi, biarkan Presiden menerima kesimpulan dari KPK supaya kita kembalikan soal laporan Ubed ini sebagai laporan yang membantu rakyat untuk menegakkan prinsip-prinsip tadi,” ungkap Rocky.
“KPK enggak usah ragu, siapkan saja kalau memang enggak bisa diterima, datanya kurang segala macam, atau betul kasus ini akan jadi membesar. Karena itu, KPK buat tiket khusus. Kan itu yang mau kita dengar,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
