Gelar Aksi Demonstrasi, Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Tuntut UKT Digratiskan

Terkini.id, Makassar – Di era new normal seperti saat ini, Mahasiswa FEBI UIN Alauddin Makassar melakukan aksi demonstrasi terkait tuntutan pemotongan UKT minimal 70% dan penggratisan UKT untuk semester 9.

Aksi demonstrasi ini berlangsung di depan Kampus 1 UIN Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 9 Juni 2020.

Adapun aksi ini terjadi lantaran tidak adanya titik terang dari pimpinan kampus mengenai kebijakan yang diharapkan mahasiswa soal pemotongan UKT semester depan.

Baca Juga: KKN Berbasis Pulau, Ibnu Hajar : Kami Akan Memberikan Dukungan...

Aksi sore tadi berlangsung damai dan lancar, banyak pengguna jalan raya memperhatikan dengan seksama konten tuntutan dari UKT.

Ketua SEMA FEBI UIN Alauddin Makassar, Fuad menuturkan bahwa aksi ini dilatarbelakangi karena perealisasian penyelenggaraan pendidikan semester ini tidak berjalan optimal.

Baca Juga: Posko 5 KKN 66/67 UIN Alauddin Lakukan Observasi di Desa...

“Saya melihat bahwa seharusnya kampus mengeluarkan keputusan yang bijak mengenai pembayaran UKT. Perealisasian penyelenggaraan pendidikan semester ini tidak berjalan optimal. Fasilitas untuk menunjang transformasi ilmu pengetahuan yang optimal tidak dapat diakses,” ujarnya.

“Adapun langkah yang ditempuh kampus dengan memberikan akses kuliah gratis sangat tidak maksimal karena hanya menggunakan satu layanan internet yang kualitasnya bagus hanya di daerah tertentu, dan kebanyakan mahasiswa berdomisili di kampung, sedangkan layanannya hanya bisa mengakses aplikasi tertentu,” sambungnya

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hal itu menuntut keadilan dengan pemotongan UKT semester depan.

Baca Juga: Posko 5 KKN 66/67 UIN Alauddin Lakukan Observasi di Desa...

Selain itu, kata Fuad, pemotongan UKT mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat yang mengalami turbulensi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Adapun respon pimpinan kampus yakni Rektor UIN Alauddin Makassar sangat nihil beliau enggan untuk memenuhi permintaan mahasiswa untuk menjelaskan bagaimana pemutusan kebijakan di tingkatan UIN Alauddin Makassar sendiri.

Fuad berharap pihak kampus dapat mengakomodir seluruh mahasiswa yang terdampak dari kebijakan kuliah berbasis virtual.

“Kebijakan yang saya harapkan adalah pihak kampus dapat mengakomodir seluruh mahasiswa yang terdampak dari kebijakan kuliah berbasis virtual yang dianggap tidak maksimal, sehingga keputusan yang tepat adalah pemotongan UKT semester depan,” ucapnya.

Citizen Reporter: Fakhri Mahendra Sulaema

Bagikan