Terkini, Makassar – Fenomena peredaran uang palsu di Sulawesi Selatan kembali mengusik ketenangan. Di tengah kekhawatiran ini, muncul berbagai metode unik yang dipercaya masyarakat untuk menguji keaslian uang.
Salah satunya adalah membelah uang kertas. Tetapi, apakah cara ini benar-benar efektif?
Dimulai dari Unggahan Facebook
Kisah ini mencuat setelah unggahan dari Prof. Dr. Nurhayati Rahman, akademisi Universitas Hasanuddin, di media sosial.
Ia menceritakan pengalaman anaknya yang menemukan uang palsu setelah menarik uang dari ATM.
- Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
- Harmoni PT Vale dengan Masyarakat Adat di Wonua Mekongga, Satukan Persepsi-Jaga Keberlanjutan Sosial
- Gakkum Sulawesi Dalami Jaringan Mafia Perambahan Hutan Loeha, Kedok APL Mulai Tersingkap?
- 85 Peserta Jamnas XII Kwarcab Jeneponto Tiba di Buperta Cibubur
- Gakkum Tangkap Tiga Warga yang Buka 1,3 Ha Kebun Lada di Hutan Lindung di Lutim, Dalami Praktik Jual Beli Lahan
“Uang itu terasa lebih halus dan ujungnya bisa terbuka,” tulisnya di Facebook.
Ia menyiratkan uang palsu tersebut memiliki ciri seperti dua lapisan kertas yang bisa terpisah jika diperiksa lebih teliti.

Unggahan itu memicu diskusi di media sosial, beberapa netizen bahkan menyarankan untuk membelah uang guna memastikan keasliannya.
Metode ini didasari anggapan bahwa uang palsu tidak memiliki fitur keamanan tertentu di lapisan dalamnya.
Jejak Sindikat dan Fenomena Uang Palsu
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
