DPW NasDem Sulsel juga mengecam narasi yang menyamakan partai politik dengan korporasi, yang dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap demokrasi dan pengerdilan makna partai sebagai representasi rakyat.
“Kebebasan pers harus dijalankan dengan tanggung jawab moral. Kritik harus berbasis fakta dan tidak dibangun di atas spekulasi yang menyesatkan,” kata Syahar, pada sela-sela aksi itu.
Pihaknya juga mendesak adanya klarifikasi terbuka serta evaluasi terhadap produk jurnalistik yang dianggap melampaui batas etika.
Sebagai langkah lanjutan, seluruh kader NasDem di Sulawesi Selatan diminta melakukan konsolidasi gerakan sebagai bentuk perlawanan moral terhadap narasi yang dinilai tidak adil.
DPW NasDem Sulsel juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi informasi, agar demokrasi tetap berjalan sehat dan tidak terdistorsi oleh opini yang tidak berdasar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
