Gelar Maulid Nabi, Lintas Tokoh Anrang Rilau Ale Undang JMS Ceramah

Di hadapan jamaah dan para tokoh agama dan masyarakat di Desa Aneang Kecamatan Rilau Ale, JMS menyampaikan ceramahnya

Terkini.id,Bulukumba – Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, Jamaluddin M Syamsir kembali mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kabupaten Bulukumba.

Kali ini di Anrang Kecamatan Rilau Ale, dimana lintas tokoh Anrang mengundang JMS untuk menyampaikan ceramah maulid Nabi Muhammad SAW, Senin 9 Desember 2019 kemarin.

Diketahui bahwa beberapa waktu sebelumnya, JMS yang juga Direktur PW BKPRMI Sulawesi Selatan periode 2005 ini pun mendapat sambutan hangat dari Bontomate’ne.

Salah satu tokoh pemuda desa Anrang, Nasrum mengatakan kehadiran JMS, akronim Jamaluddin M Syamsir di desa Anrang, mengaku karena permintaan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Beliau diminta oleh para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Katanya, waktu menyampaikan hikmah maulid di desa tetangga Bontomate’ne sangat mendidik,” kata Nasrum, yang juga Alumnus Fakultas Sospol di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar.

Menarik untuk Anda:

Nasrum menambahkan, meski JMS merupakan bakal calon bupati Bulukumba tahun 2020 mendatang, namun kesempatan tersebut tidak dimanfaatkannya untuk bersosialisasi ke masyarakat.

“Dalam ceramah tadi, beliau sama sekali tidak pernah membahas niatnya maju di Pilkada Bulukumba. Memang murni dorongan dakwah. Itu yang membuat saya semakin salut,” katanya.

Meski demikian, lanjut Nasrum, masyarakat pun pada akhirnya tahu jika yang menyampaikan hikmah maulid adalah bakal calon bupati dengan tagline Bulukumba Berjaya.

“Ternyata banyak yang tahu kalau JMS bakal calon bupati. Penyampainnya benar-benar meyakinkan,” terangnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dokter Paru Curhat soal Pasien Makin Banyak, Jokowi: Saya Bisa Bayangkan Beratnya

Aksi Perusakan Masid Terjadi Lagi di Bandung, Pelaku Gangguan Jiwa

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar