Gerakan ‘Ayo Hijrah’ di Balik Laju Kencang Perbankan Syariah di Sulsel

Regional Head Sulampua KTI Bank Muamalat Indonesia, Ahmad S Ilham

Terkini.id, Makassar – Perbankan syariah di Sulawesi Selatan mencatat perkembangan yang melaju dengan cepat dalam dua tahun terakhir.

Kendati di tengah pusaran problem fundamental industri perbankan secara umum, bank-bank syariah tetap mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan mencatat, pada Mei 2019, indikator kinerja perbankan syariah dari sisi pembiayaan, misalnya bertumbuh hingga 8,3 persen dari tahun lalu (year-on-year/yoy).

Angka itu jauh lebih tinggi di atas pertumbuhan pembiayaan perbankan konvensional yang cuma tumbuh 4,7 persen (yoy).

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), perbankan syariah juga tercatat tumbuh 13,5 persen (yoy), dan lebih tinggi dari perbankan konvensional sebesar 7,25 persen.

Tingginya pertumbuhan kinerja perbankan syariah tersebut mencerminkan minat yang tinggi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perbankan syariah.

Gerakan #AyoHijrah

Dalam dua tahun terakhir, gerakan untuk mensosialisasikan fungsi dan manfaat fasilitas keuangan syariah cukup gencar dilakukan oleh perbankan. Gerakan itu misalnya dimotori oleh Bank Muamalat di Makassar dengan mengusung tagar ‘ayo hijrah’.

Pemimpin Bank Muamalat Regional Sulampua Ahmad S Ilham mengungkapkan, tagar #AyoHijrah menjadi jalan perbankan ini untuk memperluas penetrasi pasar.

“Kita gencar lakukan kampanye Project Dakwah yang dimanifestasikan melalui kegiatan syiar islam berbalut edukasi seperti Kopdar Pegiat Hijrah, lalu Tabligh Akbar hingga tren milenial Flashmob Shalat Berjamaah dengan menggandeng sejumlah komunitas, hingga influencer berbagai segmen,” pria yang akrab disapa Ilo itu.

Bank Syariah pertama di Indonesia ini bahkan mencatat kinerja yang terbaik di Sulawesi Maluku Papua.

“Karena kampanye #AyoHijrah ini bukan Cuma berorientasi pada sisi bisnis, namun juga berupaya mendorong ekosistem keuangan syariah untuk mendukung perekonomian daerah lebih maju,” katanya.

Pada sisi lain, langkah diversifikasi nasabah ritel direalisasikan pula oleh Bank Muamalat yang menjangkau lebih banyak segmen ASN di Sulsel dan Regional Sulampua, lalu menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah yang intensif berjalan dalam kurun dua tahun terakhir.

“Dan menariknya, itu semua terealisasi karena permintaan dari pemda atau ASN secara personal. Mungkin karena kesadaran, semangat hijrah yang mulai dipahami, sejalan juga sebenarnya dengan kampanye #ayoHijrah,” ucap Ilo’ yang bergabung di Bank Muamalat sejak 2017 tersebut.

Serangkaian hal positif yang dilakukan itu berimbas terhadap kinerja Muamalat Sulampua yang kian menarik kepercayaan nasabah atau ummat secara khusus.

Ini terukur dari komposisi dana murah dalam bentuk tabungan yang terhimpun di Muamalat Sulampua, di mana mencapai 60% tehadap total penghimpunan dana (funding).

Padahal pada dua tahun sebelumnya, komposisi dana murah (current account saving account/CASA Muamalat Sulampua hanya berkutat di angka 30% dengan capaian tertinggi di level 40%.

Sebagai gambaran pula, pertumbuhan nasabah baru di Makassar, sebagai indikator pasar potensial perbankan di Sulampua, dulunya hanya berkisar 3.000 hingga 3.500 nasabah per tahun, namun terjadi kelonjakan hingga 300% dengan total nasabah baru mencapai 15.000 per tahun di 2017 hingga 2018.

Laju pertumbuhan CASA yang terhimpun Muamalat Regional Sulampua tumbuh 7,2% secara tahunan di kuartal I/2019, sedangkan secara nasional hanya bergerak di level 3,2% pada periode yang sama tahun ini.

Pada kesempatan lain, kalangan agen perjalanan umrah dan haji memandang Bank Muamalat Sulampua kini lebih mampu mengakomodir kebutuhan pelaku industri dalam menunjang kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan ummat.

Garap Pasar Milenial

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Amphuri) Sulampua, Azhar Ghazali mengemukakan hal tersebut terindikasi dari pola layanan Muamalat yang lebih milenial, fleksibel dan lebih mengadopsi prinsip Muamalah.

Menurutnya, hal ini mulai mengemuka sejak dua tahun silam setelah Muamalat khususnya untuk Regional Sulampua dinakhodai oleh Ahmad S. Ilham.

Selain itu, dia melihat sosok Ilham lebih kreatif dalam mengawal produk dan mampu menjalin kemitraan yang kuat sebagai perbankan syariah.

Di sisi lain, gaya kepemimpinan Ilham lanjutnya, mampu diterima semua pihak dan mampu mengakomodir semua kalangan terutama untuk urusan ummat.

“Dulu terkesan kaku dalam layanan, keputusan serba menunggu lama dari pusat dan dengan macam-macam alasan. Jadi lambat lajunya. Ini mampu diterobos dan mempermudah layanan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sondang Martha, mengatakan bahwa perbankan syariah di Sulsel harus menciptakan terobosan agar menarik bagi masyarakat.

Menurutnya, perbankan syariah secara umum masih di bawa rata-rata bank konvensional, oleh sebab itu perlu edukasi dan literasi yang lebih menarik sehingga masyarakat mau menjadi nasabah pengguna instrumen-instrumen syariah.

“Hal paling penting yang harus dicatat perbankan syariah di Sulsel adalah bagaimana berkompetisi secara positif dengan instrumen-instrumen yang konvensional. Kita tidak bisa menafikan bahwa kecenderungan masyarakat itu mencari untung, jadi kalau tidak ada hal menarik ditawarkan perbankan syariah, maka masyarakat akan kembali ke konvensional,” ujarnya.

Berdasarkan data per April 2019, total aset perbankan syariah di Sulsel yaitu Rp7,9 triliun dari total aset perbankan di provinsi ini Rp147,06 triliun.

Perbankan syariah juga masih mencatatkan NPL yang tinggi yaitu 4,75% dibanding bank umum di level 3,68%. Sementara market share perbankan syariah masih sebesar 5,40%.

Artinya, jika dilihat dari sisi market share tersebut, kinerja perbankan syariah masih sangat timpang jika dibanding dengan raihan bank konvensional, di mana pada periode April 2019 mencatatkan aset sebesar Rp139,13 triliun.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bisnis

Cicil Beri Solusi Masalah Keuangan Khusus Mahasiswa

Terkini.id, Makassar – Perusahaan teknologi finansial CICIL menawarkan solusi pinjaman khusus mahasiswa. Memberikan akses kemudahan pembiayaan bagi mahasiswa.“Mulai dari kebutuhan peralatan penunjang kuliah seperti