Makassar Terkini
Masuk

‘Geram’ Karyawan PT GKP Ancam Tangkap Warga yang Tolak Tambang, Netizen: Aparat Udah Jadi Alat Oligarki

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan salah seorang karyawan PT Gema Kreasi Perdana (PT GKP) memerintahkan polisi menangkap warga penolak tambang, viral di media sosial dan membuat geram netizen.

Video tersebut viral usai dibagikan netizen bernama @choymarkochoy, seperti dilihat di Twitter, Senin, 7 Maret 2022.

Masih saja ada yang main ancam,, Mentang2 datang bawa aparat berani seperti ini. emang aparat yang gaji siapa? #presisi banget kerjaannya sampai suruh langsung bawa ke Polda,” tulis akun @choymarkochoy.

Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik itu, terlihat seorang karyawan perusahaan berhelm putih tengah menunjuk-nunjuk para penolak tambang yang kebanyakan adalah emak-emak.

Pria berbaju biru itu menyebut bahwa aksi warga penolak tambang itu telah menghalang-halangi aktivitas PT GKP.

Ia pun meminta para warga dan emak-emak yang menolak tambang tersebut difoto lalu ditangkap di rumah masing-masing.

“Ini saya tidak ambil risiko, ini saya sekarang masih kasih ruang buat diskusi, kamu keras saya lihat orangnya, kamu keras, kami akan keras,” tutur pria itu sambil menunjuk-nunjuk ke arah warga.

Ia juga memerintahkan agar warga tersebut siap ditahan karena telah menghalang-halangi aktivitas tambang.

“Ini siap ditahan ini. Bawa sore ini, panggil dan bawa ke Polda, tangkap dia, siapkan borgol, jangan ada yang ikut, semua juga kita tangkap,” kata pria itu sembari kembali menunjuk ke arah warga.

Tak gentar, warga penolak tambang tersebut justru menantang karyawan PT GKP itu untuk segera memborgol mereka.

“Borgol pak, borgol,” kata ibu lansia berhijab sambil tetap duduk.

Cuitan video itu pun banjir oleh komentar netizen yang geram terhadap aksi pengancaman yang dilakukan oleh karyawan PT GKP itu.

Yang pake helm utih bisa seenaknya gitu kasi perintah aparat. Dan aparatnya sepertinya haho haho saja macam jongos,” komentar akun bernama NurWahyudihaha.

Ini orang siapa ya ko bisa-bisanya main perintah aparat negara,” sambung akun bernama @IslamikNaafi.

Geram dengan kelakuan karyawan PT GKP yang dinilai terlalu semena-mena, netizen justru menuding pihak kepolisian yang sudah diperalat oleh kekuasaan dan uang.

Nampak sekali kalo aparat nyata-nyata sudah jadi alat,” tulis akun bernama @Rosidiazalea.

Aparat udah jadi alat oligarki,” timpal akun bernama @ajo_apt.

Komentar netizen (Screen shot Twitter)

Diketahui sebelumnya, sejumlah ibu-ibu yang terlibat dalam bentrok tersebut hingga jatuh pingsan di depan alat berat, pada Kamis, 3 Maret 2022, pagi.

Insiden bentrok terjadi di lahan perkebunan warga di Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konkep, Provinsi Sulawesi Utara.

Aksi ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya mereka mengadang alat berat pada Selasa, 1 Maret 2022.