Bakal Kacau! Jokowi Tanggung Beban, China Kuasai 70 Persen Nikel Indonesia, Kepulauan Natuna Terancam?

Bakal Kacau! Jokowi Tanggung Beban, China Kuasai 70 Persen Nikel Indonesia, Kepulauan Natuna Terancam?

R
Iin Prasetyo
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Penelitian secara Global Benchmark Complexity Index 2020 mencatat Indonesia sebagai negara nomor 1 paling ruwet. Pengamat sebut Presiden Jokowi di periode keduanya makin ruwet setelah 70 persen nikel dikuasai oleh China.

Pakar Politik Internasional Nazar EL Mahfudzi mengatakan hal tersebut disebabkan karena aturan perundang-undangan yang tumpang tindih. Rangkap jabatan yang ditunjuk oleh Presiden Jokowi semata untuk kepentingan oligarki.

“Penyebab utama adalah  karena tumpang tindihnya aturan perundang-undangan yang menguntungkan investasi dan rangkap jabatan yang ditunjuk langsung oleh Joko Widodo semata-mata untuk mengamankan kepentingan oligarki, mempertaruhkan pulau Natuna dan Nikel yang telah dikuasi China,” kata Nazar dalam opininya di Keuangannews.id, Sabtu, 10 April 2022.

“Kepemimpinan Joko Widodo dinilai mendzholimi rakyat dan tidak amanah dalam mengelola negara, tidak mampu lagi membawa Indonesia keluar dari permasalahan ekonomi. Perilaku Presiden yang selalu mengeluarkan kebijakan anti rakyat, menggunakan pendekatan investasi dan infrastruktur, terbukti banyak menguntungkan oligarki, merugikan negara,” lanjut dia.

Realita untuk memandang secara objektif bahwa neoimprealisme di Indonesia, semakin dikuasai oligarki.

Baca Juga

Salah satunya terlihat bahwa ditunya Luhut Pandjaitan merangkap jabatan secara berlebiha. Lebih dari sepuluh jabatan yang dikomandoi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu.

Nazar menyebut pelatikan Luhut Pandjaitan terlihat pemerintah tengah bercokol dalam tirani kekuasaan, menguasai sumber daya alam melalui Undang-Undang Minerba dan Migas.

Nazar dalam artikelnya ‘Negara semakin Ruwet, Jokowi Menanggung Beban Pulau Natuna dan 70 Persen Nikel telah Dikuasai RRC!’ telah dijelaskannya hal tersebut diperkuat juga dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 53 tahun 2022, tentang Ketua Dewan SDA Nasional.

“Kondisi negara yang ruwet menjadi andil Presiden Joko Widodo, di antaranya utang negara telah mencapai lebih dari 40-60 persen dari PDB, membiarkan mafia dan kartel komoditi, gas, minyak, nikel menguras sumber daya alam Indonesia,” ungkap pakar politik internasional itu.

Kata dia, situasi Indonesia makin kacau diperparah dengan 70 persen nikel sedang dalam kuasa China sehingga Presiden Jokowi menanggung beban Kepulauan Natuna.

“Keadaan Indonesia yang telah ruwet karena 70 persen nikel telah dikuasai oleh China dan kepulauan Natuna yang kaya dengan sumber daya minyak dan gas bumi menjadi taruhan rezim Joko Widodo,” sambungnya.

“Permasalahan meningkatkan investasi, menjadi pemulihan ekonomi sebagai dalil untuk mendapatkan utang negara terjerat dalam tirani kekuasaan China,” tandas Nazar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.