Masuk

Pengamat: Gerindra Itu Anut Paham Demokrasi Minimalis, Calonkan Prabowo Empat Kali

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Partai Gerindra disebut sebagai partai yang menganut paham demokrasi minimalis lantaran ingin lagi mencalonkan Prabowo Subianto melangkah ke Pilpres untuk keempat kalinya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Pengamat politik Jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ray Rangkuti pada Senin, 14 Februari 2022.

Menurutnya, memang tak ada aturan tertulis yang melarang soal berapa kali pencalonan presiden dilakukan.

Baca Juga: Soal Sandiaga Uno, Prabowo Subianto: Kalau Mau Pisah, Pisah yang Baik

Hanya saja, kata Ray, demokrasi seolah menjadi seperti minimalis apabila hanya disuguhkan calon pemimpin yang itu-itu saja.

“Demokrasi semata-mata didasarkan pada seperangkat aturan. Bukan pada kepatutan, etika, atau moral,” ujar Ray dilansir dari Rmolid.

“Selama tidak ada aturan tertulis yang mencegah politisi melakukan ini atau itu, maka dengan sendirinya dibolehkan. Saya menyebut sikap ini sebagai penganut demokrasi minimalis,” kata Ray Rangkuti.

Baca Juga: Prabowo Singgung Kader yang Ingin Tinggalkan Partai Gerindra

Ia pun dengan blak-blakan mengatakan bahwa Gerindra merupakan salah satu contoh partai yang menganut paham demokrasi minimalis.

“Nah, pencalonan Prabowo oleh Gerindra untuk yang keempat kalinya itu sebagai salah satu contoh dari demokrasi minimalis,” tuturnya.

Meski demikian, menilai Gerindra bukan tanpa perhitungan, hingga percaya diri bakal mengusung kembali Prabowo Subianto pada Pilpres nanti.

“Kenyataannya popularitas dan elektabilitas Pak Prabowo masih tetap salah satu yang tertinggi dari sekian banyak kader Gerindra,” tuturnya.

Baca Juga: Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Melesat Seiring Kepuasan pada Jokowi Naik

“Pak Prabowo juga merupakan salah satu calon presiden yang paling populer dengan elektabilitas yang terjaga di antara nomor 1 atau 3,” lanjutnya.

Tak hanya itu, menurutnya, pencalonan Prabowo Subianto juga diyakini dapat meniadakan kontraksi politik di internal Gerindra sendiri.

Oleh karena itu, siapapun calon wakil presiden dari Gerindra seringkali justru terpatok pada figur Prabowo.