Terkini.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah menyebut bahwa adanya pihak yang tidak bertanggung jawab yang memprovokasi warga agar menolak dilakukan rapid test massal.
Hal itu menjadi persoalan. Nurdin menyebutkan pihak berwenang telah bekerja keras untuk mengatasi masalah tersebut.
Selain itu, ia meminta masyarakat tidak percaya pada isu yang dilontarkan, bahwa Covid-19 adalah skenario memperkaya rumah sakit dan dokter.
“Itukan menyesatkan, makanya kami bersama gugus tugas dan forkopimda, kita mengkaji lebih dalam persoalan ini. Karena ini menganggu upaya yang kita lakukan selama ini dalam memutus Covid-19 ini,” kata Nurdin Abdullah ketika melakukan virtual bersama promotor kesehatan masyarakat BNPB, dr Luna Kamal dan Ketua AJI Kota Palu, dalam acara “Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau”, Rabu, 10 Juni 2020.
Belakangan ini, ramai penolakan rapid test massal terjadi di sejumlah lorong-lorong Kota Makassar.
- 6.000 Peserta Ramaikan Jalan Sehat Anti Mager Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama di Makassar
- Gubernur Sulsel Borong Miniatur Pinisi Karya UMKM Bulukumba di Pameran HUT Dekranas ke-46
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
- Program MYP Dipuji DPRD Sulsel, Fraksi Nasdem: Gubernur Sulsel Layak Disebut Bapak Pembangunan
- Jalan Lingkar Unhas Masuki Tahap Betonisasi, Gubernur Sulsel: Demi Kelancaran Mobilitas Warga
Informasi dihimpun, banyak warga menolak rapid test lantaran khawatir dinyatakan reaktif lalu diperlakukan seperti layaknya pasien covid-19.
“Kita tidak pernah menyerah, kita tetap optimis dan memberikan edukasi pada masyarakat,” ujarnya.
Mantan Bupati Bantaeng ini menambahkan, upaya yang terus dilakukan, disamping edukasi untuk menyadarkan masyarakat untuk protokol kesehatan secara ketat. Secara aktif melakukan tracing contact. Juga dilakukan tes masif dengan rapid test dan PCR.
“Kami bersyukur dapat meningkatkan kapasitas laboratorium kita dari 350 speciment sehari, sekarang sudah bisa hingga 800 sehari. Tentu kenaikan ini tadi, karena peningkatan kapasitas lab, kita berharap bukan kenaikannya tetapi bagaimana menekan angka kematian. Kurva Rtnya terus melandai ini yang terus kita dorong,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
