Terkini.id — Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah siap sediakan karpet merah untuk dunia usaha.
Gubernur kedua yang bergelar Profesor setelah Prof Amiruddin ini mengaku, Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus hadir untuk memberikan kemudahan, jangan pengusaha menjadi sapi perah, kalau demikian mati dunia usaha.
“Kita mau karpet merah buat dunia usaha, kalau ada apa-apa cepat sampaikan kita cari solusi. Jangan justru masalah kecil terus dipersulit macam-macam. Karena kita tahu dunia usaha dia menyumbang pertama kenaikan devisa melalui pajak,” ungkapnya usai membuka kegiatan Raroda Apindo Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Senin 18 Maret 2019.
Selain meningkatkan devisa, dunia usaha juga diyakini akan menciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat khususnya di Sulsel. Terlebih setiap tahunya devisa dari dunia usaha terus mengalami peningkatan.
“Kedua dunia usaha menciptakan lapangan kerja. Tapi kalau terus dipepes terus, diperas-diperas terus, siapa yang mau bertahan,” tegas bupati Bantaeng 2008-2018 itu.
- Bupati Jeneponto dan Forkopimda Ikuti Zoom Meeting Pemantauan BBM Subsidi yang Dipimpin Gubernur Sulsel
- Gubernur Minta Dirut Pertamina Tambah Kuota BBM Sulsel: Permintaan Agak Banyak
- Temui Gubernur Sulsel, IAS: Golkar Selalu Sejalan dengan Pemerintahan
- Efek Kehadiran Bupati, Jeneponto Menggila di Piala Gubernur Sulsel, Kalahkan Gowa 3-0
- 6.000 Peserta Ramaikan Jalan Sehat Anti Mager Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama di Makassar
Untuk mengetahui bagaimana perkembangan dunia usaha yang nampak saat ini, orang nomor satu di Sulsel sekaligus sosok pekerja keras ini mencontohkan bagaimana perusahan dunia seperti Toyota yang melibatkan perusahaan lain untuk ikut membuat komponen lain untuk Toyota.
“Ketiga adalah kita coba melihat bagaimana model manajemen toyota. Toyota itu tidak lagi memproduksi komponen tapi suplayernya yang dibesarkan jadi banyak industri – industri yang berkembang, jadi jangan monopoli,” jelas sosok dengan sejuta karya itu.
Bukan Nurdin Abdullah namanya jika tidak memiliki ide brilian untuk mendorong kemajuan sebuah daerah. Terlebih untuk provinsi Sulsel yang dipimpinnya selama 5 tahun kedepan.
“Jadi kita produsen minyak kelapa, kita tanam kelapa, kita panjat, kita parut sendiri. Harusnya bukan demian, kalau bisa siapa yang suplai kelapanya, siapa yang menyuplai energinya, harus dibagi-bagi supaya ringan kerjanya,” pungkas alumni Unhas Makassar itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
