Gubernur Sulsel Terciduk KPK, Yasin Limpo Sudah Ingatkan: Jangan OTT, Bahagia Bukan Sekadar Uang dan Jabatan

Terkini.id, Jakarta – Terciduknya Gubernur Sulsel, yaitu Nurdin Abdullah, oleh KPK sangatlah mengejutkan publik, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan.

Pasalnya, Nurdin Abdullah merupakan sosok gubernur yang diharapkan oleh cukup banyak masyarakat Sulsel agar bisa menjabat selama dua periode.

Sebelum Nurdin, posisi Gubernur Sulsel diisi oleh Syahrul Yasin Limpo yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertanian Indonesia ke-28 di Kabinet Indonesia Maju Periode 2019 – 2024.

Baca Juga: Kader NasDem Disebut Pantas Didepak dari Kabinet, Irma: Justru SYL...

Seolah pengingat yang hadir dari masa lalu, diketahui bahwa Yasin Limpo sebelumnya pernah mengingatkan perihal OTT alias Operasi Tangkap Tangan.

Hal itu ia sampaikan saat pagelaran zikir bersama menjelang pergantian tahun baru 2018 yang diselenggarakan di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman Makassar pada hari Minggu, 31 Desember 2017 lalu seperti yang dilansir dari sulselprov.go.id.

Baca Juga: Waduh! Ada Pegawai BUMN Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Nurdin...

“Di 2018 kita akan antar Gubernur harus lebih baik dari kita. Saya pasrah kepada Allah. Yang paling dijaga jangan sampai ada OTT (Operasi Tangkap Tangan) lagi,” harapnya.

“Yang penting bisa bikin bahagia kita bukan uang, yang bisa bikin bahagia bukan jabatan. Cuma satu kata, mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah,” pungkasnya.

Namun, kini petuah itu seolah tak ada arti lantaran Gubernur Sulsel periode sekarang, yaitu Nurdin Abdullah, dikabarkan terjaring OTT KPK pada Sabtu dini hari tadi, 27 Februari 2021.

Baca Juga: Dikabarkan Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Nurdin Abdullah, Erik Horas:...

Nurdin bersama beberapa orang lainnya ditangkap di rumah dinasnya yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Adapun beberapa orang lainnya tersebut, yaitu mulai dari ajudan, kontraktor, hingga pejabat Dinas PU Pemprov Sulsel.

Saat ini dikabarkan bahwa Nurdin Abdullah dan beberapa orang lainnya telah dibawa ke Jakarta pagi tadi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sponsored by adnow
Bagikan