Terkini, Makassar — Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan sekali seumur hidup bagi umat Muslim yang mampu. Namun di tengah realitas kemiskinan yang masih banyak ditemukan di masyarakat, muncul pertanyaan mengenai relevansi pelaksanaan haji berkali-kali dibandingkan dengan membantu kaum dhuafa dan masyarakat termarjinalkan.
Direktur Jamaica Muslim Center sekaligus Presiden Nusantara Foundation, Shamsi Ali, menyoroti fenomena tersebut melalui refleksi spiritual tentang makna haji yang sesungguhnya.
Menurutnya, tidak sedikit umat Islam yang rela menghabiskan ratusan juta rupiah demi menunaikan ibadah haji, bahkan hingga berkali-kali. Sebagian di antaranya rela menjual aset penting keluarga demi berangkat ke Tanah Suci.
“Padahal kewajiban haji hanya sekali seumur hidup bagi yang mampu. Ironisnya, ada yang justru jatuh miskin sepulang dari haji dan akhirnya menjadi beban sosial,” tulis Shamsi Ali dalam refleksinya di Makassar, Sabtu (17/5/2026).
Di sisi lain, ia menilai masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
- Kesempatan Emas, Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
- PT Vale Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Solidkan Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali
- PPI Makassar Kukuhkan Anggota Baru, Gandeng Alliance Franaise Perluas Wawasan Global Pelajar
- Wabup Gowa Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Harapkan Jadi Teladan dan Penggerak Kebaikan di Masyarakat
- PDAM Makassar Lakukan Pekerjaan Darurat Kebocoran Pipa, Sejumlah Titik Terdampak
“Realitas ini memunculkan pertanyaan, di tengah maraknya kemiskinan apakah wajar seseorang berhaji berkali-kali? Bukankah dana besar itu lebih utama disalurkan untuk membantu kaum mustadh’afin?” ujarnya.
Kisah Tukang Semir Sepatu dan Haji yang Diterima
Dalam tulisannya, Shamsi Ali mengangkat kisah ulama besar Abdullah bin Al-Mubarak atau Ibnu Mubarak yang diriwayatkan dalam literatur Islam klasik.
Dikisahkan, Ibnu Mubarak bermimpi mendengar percakapan dua malaikat setelah musim haji berlangsung.
Dalam mimpi itu disebutkan bahwa tidak ada satu pun jamaah haji yang diterima ibadahnya, kecuali karena keberkahan seorang tukang semir sepatu bernama Sa’id bin Muhafah dari Damaskus.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
