Meski demikian, ada tantangan yang perlu diperhatikan pemerintah daerah, salah satunya keterbatasan bahan baku.
Sejumlah pengelola SPPG berharap masyarakat turut terlibat dalam memasok bahan pangan lokal agar pasokan tetap stabil dan berkualitas.
“Salah satu kendala dapur MBG ini adalah bahan baku mulai terbatas.
Mudah-mudahan ini menjadi perhatian, supaya masyarakat bisa menjadi penyuplai menu MBG ini,” ungkap Gubernur Anwar Hafid.
Anwar menilai, selain memberi gizi seimbang bagi anak sekolah, program ini juga menciptakan lapangan pekerjaan baru serta menggerakkan ekonomi lokal. Ia berharap manfaat MBG dapat semakin luas dirasakan masyarakat Morowali dan seluruh Sulawesi Tengah.
- Sulsel Jadi Provinsi Pertama Bentuk Komcad ASN, Wamenhan: Langkah Gubernur Andi Sudirman Patut Diapresiasi
- Komisi D DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Pembayaran Lahan Stadion Sudiang
- Pemkot Bersama Nusantara--RAPPO Perkuat Kolaborasi Makassar Bersih
- Pemkot Makassar Siapkan PLTSa Rp3 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
- Perluas Jangkauan di Bali dan Makassar, Mitra10 Hadirkan Belanja Hemat dan Lengkap untuk Renovasi Rumah
“Luar biasa program Bapak Presiden. Semoga ini bermanfaat untuk masyarakat, juga membuat lapangan kerja,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan di sejumlah daerah.
Di Sulawesi Tengah, pemprov berkomitmen memperkuat rantai pasok pangan lokal agar pelayanan MBG berjalan berkesinambungan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
