Terkini.id, Jakarta – Kabar beredarnya surat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi meminta sumbangan untuk penerbitan buku menuai sorotan publik.
Salah seorang netizen yang menyoroti kabar soal Gubernur Sumbar Mahyeldi meminta sumbangan penerbitan buku tersebut yakni pengguna Twitter, Mei2Namaku.
Lewat cuitannya, Jumat 20 Agustus 2021, netizen itu melaporkan kabar tersebut kepada politisi Gerindra Andre Roside.
“Hallo bung Gerindra bung Andre Polisi menangkap lima orang karena Meminta sumbangan penerbitan buku yang diteken Gubernur Sumbar Mahyeldi,” cuit netizen Mei2Namaku.
Menurut keterangan polisi, kata sang netizen, para peminta sumbangan penerbitan buku berdasarkan surat dari Gubernur Mahyeldi tersebut telah mengantongi dana sekitar Rp170 juta.
Terkait hal itu, netizen tersebut lantas menyinggung kembali kelakuan Mahyeldi membeli mobil baru yang sebelumnya juga menuai sorotan publik.
“Polisi mengatakan para peminta sumbangan itu mengaku telah memperoleh dana sekitar Rp 170 juta. Abis beli mobil kini MALAK,” tuturnya.

Dalam cuitannya itu, netizen tersebut juga menyertakan informasi pemberitaan berjudul ‘Beredar Surat Gubernur Sumbar Minta Sumbangan untuk Penerbitan Buku’.
Pada isi pemberitaan itu disebutkan, polisi menangkap lima orang karena membawa surat permintaan sumbangan penerbitan buku yang diteken Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Polisi mengatakan, para peminta sumbangan itu mengaku telah memperoleh dana sekitar Rp 170 juta.
“Kita amankan dan dibawa ke Mapolresta untuk diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, Kamis 19 Agustus 2021 seperti dikutip dari detikcom.
Menurutnya, para peminta sumbangan itu awalnya ditangkap dengan sangkaan melakukan penipuan.
Kelima orang yang diamankan tersebut, kata Rico, adalah D (46), DS (51), DM (36), MR (50), dan A (36).
Dari hasil pemeriksaan, kelimanya mendatangi para pengusaha, kampus, dan pihak-pihak lain bermodalkan surat berlogo Gubernur Sumatera Barat dan bertanda tangan Mahyeldi.
Surat itu itu bernomor 005/3984/V/Bappeda-2021 tertanggal 12 Mei 2021 tentang penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatera Barat.
“Sehubungan dengan tingginya kebutuhan informasi terkait dengan pengembangan, potensi dan peluang investasi di Provinsi Sumatera Barat oleh para pemangku kepentingan, maka akan dilakukan penyebarluasan dan pemenuhan kebutuhan informasi tersebut dengan menerbitkan buku Profil ‘Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan’ dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk softcopy,” demikian isi surat tersebut.
“Diharapkan kesediaan saudara untuk dapat berpartisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku tersebut,” lanjut surat yang juga dibubuhi stempel resmi Gubernur Sumbar itu.
Dari pengakuan kelimanya, menurut Rico, mereka mengakui mendapat persetujuan dari Bappeda dan Gubernur Sumbar Mahyeldi.
“Jika itu palsu, tentu akan kita jerat dengan pasal penipuan. Kalau surat itu benar, kita akan pelajari lebih lanjut. Karena pelaku bukanlah ASN, kenapa bisa menggunakan surat resmi Gubernur untuk meminta-minta,” kata Rico.
Namun, setelah dicek ternyata surat berstempel Gubernur Sumbar Mahyeldi itu asli. Alhasil, kelima orang peminta sumbangan penerbitan buku tersebut kemudian dilepaskan.
“Kami tidak menahan kelima orang ini, karena kelima orang ini mengakui bahwa surat itu adalah asli. Berasal dari Gubernur dan orang kepercayaannya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
