Gugus Tugas Nasional Sebut 99  Daerah Berhasil Menetap di Zona Hijau

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Wiku Bakti Bawono Adisasmito
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Wiku Bakti Bawono Adisasmito

Terkini.id, Jakarta – Perkembangan jumlah wilayah administrasi di Indonesia yang berstatus zona hijau mencapai 99 daerah.

Jumlah berstatus zona hijau ditetapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) per 28 Juni 2020 lalu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Wiku Adisasmito.

Daerah zona hijau tersebut terdiri dari 66 daerah yang sejak awal tidak memiliki kasus positif COVID-19 dan 33 daerah yang pernah memiliki kasus namun tidak ada penambahan kasus baru selama empat minggu terakhir.

“Yang disebut tidak ada kasus baru itu adalah selama empat minggu terakhir tidak ada kasus baru, dan kasus yang ada (sudah) sembuh seratus persen,” ujar Prof. Wiku ,di Jakarta, Jumat kemarin.

Menarik untuk Anda:

Menurut dia, pembaruan perubahan peta zonasi risiko COVID-19 di Indonesia dilakukan setiap minggu sehingga pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan penyesuaian diri.

Pembaruan tersebut dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia di situs web https://covid19.go.id/.

“Dari Mei sampai dengan tanggal 28 Juni 2020 di situ terlihat daerah merahnya dari banyak, makin lama, makin turun. Artinya risiko peningkatan kasusnya dari waktu ke waktu turun,” jelasnya.

Wiku juga menjelaskan bahwa persentase daerah di Indonesia dengan risiko peningkatan kasus yang rendah dan tidak berdampak mencapai angka 50 persen. Akan tetapi, perubahan peta zonasi ini terjadi dengan sangat dinamis.

Daerah berstatus zona hijau pun sewaktu-waktu dapat berubah menjadi zona kuning, oranye, atau bahkan merah.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kabar Baik, Kesembuhan Harian Pasien Covid-19 di Sejumlah Daerah Naik Pesat

Meutia Hatta Bilang Protokol Kesehatan dari Kebiasaan Jadi Kebudayaan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar