Terkini.id, Makassar – Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Makassar Rossy Timur mengunjungi Rumah Kreatif Birma atau Birma Rindu Kraf, Rabu 12 Agustus 2020.
Kunjungannya untuk mendorong industri kerajinan kembali menggeliat di masa pandemi Covid-19.
Ia sangat antusias saat melihat beragam hasil kerajinan tangan yang diolah dari bahan daur ulang.
Sekilas, hasil kerajinan yang dipajang di rak ataupun etalase ada terbuat dari tembaga, namun saat disentuh barulah diketahui jika kerajinan tangan itu terbuat dari plastik, dan kardus bekas yang diolah menjadi barang bernilai ekonomis.
“Dekranasda mitra pemerintah dalam memajukan industri kerajinan. Kunjungan ini kami harapkan dapat memotivasi teman – teman pengrajin terus berkarya meski di masa Pandemi,” harapnya.
- Briton Family Gathering 2026 Perkuat Kebersamaan Keluarga dan Semangat Upgrade Makassar
- IKATEK Unhas Gelar Rakornas, Perkuat Sinergi Alumni untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan
- Yayasan Mitra Netra Perkuat Kesiapan Mahasiswa Tunanetra Makassar Memasuki Dunia Kerja
- Bimtek NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif: Target Pertahankan Kekuatan di 2029
- Kolaborasi PT Vale, Rawat Pesisir dan Jaga Masa Depan di Luwu Timur
Rumah Kreatif Birma membina 25 pengrajin yang memiliki keterampilan spesisfik.
Beberapa pengrajin terampil mengolah bahan dari plastik dan kardus bekas menjadi vas bunga, miniatur mobil, sepeda motor, robot, sepeda, dan tanaman bonsai. Beberapa lainnya terampil membuat kostum karnaval.
“Masa pandemi mengajarkan kita untuk lebih kreatif dalam memasarkan hasil kerajinan,”bebernya.
“Tantangan pengrajin saat ini bukan hanya pada pasokan bahan baku, namun juga target pasar yang dituju. Di sinilah peran Dekranasda, dan pemerintah untuk hadir memberikan solusi,” lanjutnya.
Pengrajin di Rumah Kreatif Birma biasanya mengerjakan kerajinan tangan di rumah masing – masing, selain di rumah kreatif. Lama pengerjaan tergantung pada detail, dan tingkat kesulitannya.
Umumnya hasil kerajinan tangan dipasarkan melalui pameran (sebelum pandemi Covid – 19) atau dipesan langsung oleh pembeli.
Harganya bervariasi, berkisar pada ratusan ribu rupiah.
Rossy berharap industri kerajinan ini dapat bertahan melewati masa pandemi Covid – 19 dengan adaptasi kebiasaan baru tidak hanya di sisi kesehatan namun juga di sisi ekonomi dengan dukungan Dekranasda, dan pemerintah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
