Guntur Romli Polisikan Dosen UGM Karna Wijaya, Buntut Postingan ‘Satu Per Satu Dicicil Massa’

Guntur Romli Polisikan Dosen UGM Karna Wijaya, Buntut Postingan ‘Satu Per Satu Dicicil Massa’

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Politisi PSI, Guntur Romli resmi melaporkan Dosen UGM Karna Wijaya ke aparat Kepolisian terkait postingan guru besar itu yang menyebut ‘satu per satu dicicil massa’.

Pelaporan terhadap Dosen UGM Karna Wijaya tersebut dilayangkan Guntur Romli pada Senin hari ini ke Polda Metro Jaya.

“Hari ini melaporkan pemilik Facebook yang terduga atas nama Karna Wijaya dosen guru besar UGM,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, postingan Dosen UGM Karna Wijaya itu merupakan bentuk pengancaman terhadap dirinya lewat media sosial.

“Saya merasa diancam dan dihasut karena ada postingan dia di Facebook yang memuat foto saya dan istri saya yang isinya itu ‘satu per satu dicicil massa’,” kata Guntur, Senin 18 Apri 2022 seperti dikutip dari detikcom.

Baca Juga

Menurutnya, ada sejumlah foto wajah orang-orang yang dimuat dalam unggahan Karna Wijaya tersebut di antaranya Denny Siregar, Ade Armando dan dirinya.

Selain itu, kata Guntur, dalam gambar Ade Armando terpampang tanda silang di wajah dosen Universitas Indonesia tersebut.

Terkait foto Ade Armando itu, Guntur Romli pun menilai hal tersebut sebagai bentuk hasutan dan pengancaman baginya.

“Jadi artinya kalau saya pahami ini kan kayak target mau dihakimi seperti Ade Armando selanjutnya. Itu juga diperkuat komentar yang dilakukan oleh Karna Wijaya dengan kata-kata disembelih dan dibedil. Itu saya lihat ancaman yang serius,” tuturnya.

Karna Wijaya dilaporkan Guntur atas tindakan pengancaman dan hasutan. Dia diduga melanggar Pasal 160 KUHP, Pasal 28 dan 29 UU ITE.

Laporan dari Guntur Romli kini telah diterima pihak kepolisian. Laporan itu teregistrasi dengan nomor STTLP/B/1983/V/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Lebih lanjut, Guntur Romli juga menanggapi soal dalih Karna Wijaya yang mengaku sekadar bercanda.

Menanggapi dalih Karna Wijaya itu, Guntur Romli pun menilai apa yang dimuat oleh dosen UGM itu sudah keluar dari konteks bercanda.

“Kita dengar Karna Wijaya sudah dipanggil rektorat dan dia mengaku postingan dia buat tapi tujuan dia bilang bercanda. Bagi saya itu candaan nggak lucu kalau pakai bedil, disembelih, dan dicicil massa sudah nggak lucu,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.