Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli melontarkan sindiran pedas kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Guntur Romli mengatakan bahwa Anies Baswedan telah mengeruk ratusan miliar uang rakyat warga DKI Jakarta untuk pencitraan melalui Formula E.
Sementara, lanjutnya, terdapat ratusan warga DKI Jakarta yang masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
“Ratusan miliar duit warga Jakarta dikeruk Anies buat pencitraan di Formula E,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya, @GunRomli, sebagaimana dikutip Terkini.id pada Minggu, 5 Juni 2022.
“Sementara ratusan ribu warga Jakarta masih be’ol sembarangan,” sambungnya.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
Bersama cuitannya, Guntur Romli melampirkan tangkapan layar berita berjudul “Di Jakarta, Masih Ada 770 Ribu Warga yang Buang Air Besar Besar Sembarangan”.
Dilansir dari Media Indonesia, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021, sekitar tujuh persen atau sekitar 770.000 warga di Jakarta diidentifikasi masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan berkolaborasi dengan PD PAL Jaya terus melaksanakan program revitalisasi tangki septik rumah tangga.
Untuk diketahui, estimasi nilai pekerjaan untuk menyediakan dan memasang tangki septik di rumah warga adalah sebesar Rp10 juta per Kepala Keluarga (KK) dalam satu rumah.
90% dari biaya ini ditanggung Pemprov DKI Jakarta melalui subsidi, sisanya dibayarkan warga ke PD PAL Jaya.
Adapun penyelenggaraan Formula E menelan biaya miliaran. Dilansir dari Liputan6, panitia penyelenggara Formula E Jakarta mengungkapkan bahwa biaya pelaksanaan mencapai Rp120 miliar sampai Rp130 miliar.
Biaya ini dibagi menjadi beberapa bagian, mulai dari biaya fasilitas penunjang hingga biaya pembangunan lintasan mobil balap listrik.
“Untuk aspalnya, kan sudah tahu hampir Rp60 miliar, selebihnya pembangunan ‘grandstand’ dan segala macamnya,” kata Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni pada Kamis, 27 Mei 2022.
Perlu diketahui pula bahwa dalam penyelenggaran Formula E ini terdapat biaya Commitment Fee, yakni Rp560 milliar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
