Gus Dur: Jika Benci Orang Tidak Bisa Baca al-Qur’an, Berarti Kamu Pertuhankan Itu Bukan Allah, tapi Al-Qur’an!

Terkini.id, JakartaHabib Bakar Smith melalui akun media sosial twitter belum lama ini mengisahkan sebuah mengunggah Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur pernah terlibat dialog santai dengan Kyai Mughni.

Gus Dur yang merupakan seorang pejuang hak untuk warga minoritas yang tertindas dengan jasanya yang begitu besar dan terus dikenang karena perjuangannya membuka keran kesetaraan untuk kaum minoritas di Indonesia.

Melalui unggahan Habib Bakar Smith pun dalam cuitannya tampak menjelaskan beberapa  potongan dialog Gus Dur dengan Kyai Mughni.

Baca Juga: Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat...

Tanpa didampingi siapa pun, Gus Dur dan Kyai Mughni bertemu di sebuah warung nasi.

Pakaian batik dan sarung membungkus tubuh Gus Dur, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.

Baca Juga: Sebut Banyak Polisi Korban Prank Sambo, Denny Siregar: Kadrun Menari-Menari!

Gus Dur membeberkan rahasia hidupnya dalam memandang segala sesuatu.

“Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?” Tanya Gus Dur. Dilansir dari Fajaronline. Senin 28 Februari 2022.

“Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan.” jawab Mughni antusias.

Baca Juga: Sebut Banyak Polisi Korban Prank Sambo, Denny Siregar: Kadrun Menari-Menari!

Gus Dur: “Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah ‘mata’ Allah.”

Mughni: “Waduh. Bagaimana contohnya?”

Gus Dur: “Contohnya begini. Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada. Karena apa? Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakan hati mereka untuk datang kepada saya.

Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah.

Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya.”

Mughni: “Duh..”

Gus Dur: “Lebih jauhnya begini. Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur’an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur’an.

Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama.

Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral.

Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya. Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah.”

Mughni: “Ya Allaah..”. Lahu Alfatihah!

 

Bagikan