Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan Rapat Paripurna DPRD Jambi diwarnai kericuhan dan nyaris adu jotos, viral di media sosial.
Video kericuhan rapat DPRD Jambi tersebut viral usai diunggah pengguna Twitter Mei2Namaku, seperti dilihat pada Rabu 15 September 2021.
Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut insiden kericuhan tersebut diwarnai dengan saling melontarkan kata-kata kasar antar sesama anggota DPRD Jambi.
Bahkan, kata sang netizen, dua legislator yang terlibat dalam kericuhan itu nyaris adu jotos satu sama lain.
“Saling Melontar Kata-Kata Kasar dan Hampir Adu Jotos, Rapat Paripurna DPRD Jambi Berlangsung Ricuh Dua orang anggota dewan melontarkan kata kasar, bahkan hampir adu jotos,” cuit netizen Mei2Namaku.
Terkait insiden kericuhan tersebut, netizen itu pun mengungkit kembali pernyataan mantan Presiden RI Almarhum Gus Dur yang menyebut DPR kayak anak Taman Kanak-Kanak (TK).
“Kata GUSDUR DPR kayak anak TK,” tutur sang netizen.
Mengutip Detikcom, dua anggota DPRD Provinsi Jambi terlibat adu mulut seusai rapat Paripurna dalam membahas KUPA PPAS APBD-Perubahan 2021 di gedung DPRD Jambi.
Kedua anggota DPRD Jambi yang terlibat adu mulut itu yakni Kamaludin Hafiz dari Fraksi PPP dan Ahmad Fauzi dari Fraksi Partai Demokrat. Ketegangan kedua orang itu terjadi setelah terjadi selisih paham saat sidang berlanjut.
Kejadian keributan dua wakil rakyat di Jambi tersebut terjadi pada Senin 13 September 2021. Kekisruhan itu berawal saat Ketua Fraksi Demokrat Ahmad Fauzi melakukan interupsi ke Ketua DPRD Provinsi Edi Purwanto.
Fauzi hendak meminta penjelasan Gubernur Jambi Al Haris terkait rencana penyertaan modal ke Bank Jambi yang disampaikan dalam KUPA PPAS APBD-Perubahan 2021.
Ahmad Fauzi mempertanyakan pernyataan modal Bank Jambi di KUPA, sementara perdanya ditunda. Interupsi Ahmad Fauzi itu kemudian diikuti pernyataan oleh Kamaludin Haviz yang meminta agar tidak ada Dewan yang mencari panggung di dalam rapat.
Ucapan ‘Jangan ada yang cari panggung’ itu lalu berlanjut hingga akhir sidang. Saat itu, Ahmad Fauzi disebut mendatangi Haviz hingga mempertanyakan apa maksud dan tujuan ucapan ‘Jangan ada yang cari panggung’ di sidang paripurna itu.
“Ya kan saya cuma menyampaikan apa yang saya sampaikan saja, jika ingin membahas lebih detail persoalan interupsi yang disampaikan Bang Fauzi ya baiknya kan di rapat banggar. Mungkin karena merasa tersinggung ucapan ‘Jangan ada yang cari panggung’ itu yang membuat Bang Fauzi tidak terima. Ya terjadi kesalahpahaman begitu, tetapi sekarang persoalan itu sudah clear. Kami pun sekarang juga sudah cupika-cupiki, artinya sudah tidak sampai berlanjut kesalahpahaman itu,” ujar Haviz.
Tak lama kemudian, salah seorang anggota DPRD Jambi bernama Apriodito dari Fraksi Golkar ikut berceloteh kepada Haviz yang saat itu sudah ditenangkan oleh beberapa orang di dalam ruang sidang.
“Iya saya secara pribadi tidak ada urusan sama Apriodito itu. Dia tiba-tiba celoteh-celoteh tidak keruan, ya saya bingung juga kenapa beliau ikut-ikut campur, padahal itu urusan sudah selesai dengan Bang Fauzi,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
