Terkini.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur mengritik fenomena trik sulap yang dilakukan Gus Samsudin.
“Kita harus selektif. Kita kan kadang dukun dikiaikan, itu salah. Jangan kiaikan dukun. Masyarakat mesti ditekankan bahwa kalau karomah itu tidak diobral-obral. Karomah itu diberikan kepada wali, kekasih Allah, tidak untuk jualan, tidak untuk komersil atau konten. (Kalau dukun) itu tipuan, sihir, atau sulap,” kata Gus Fahrur, seperti dilansir dari nu.or.id, Senin, 1 Agustus 2022.
Gus Fahrur juga melarang umat Islam untuk menganggap dukun seperti kiai. Sebab keduanya berbeda. Dukun memakai trik, sementara kiai memiliki karomah (kemuliaan).
Gus Samsudin sendiri berasal dari Blitar, Jawa Timur. Ia kerap mendokumentasikan aksinya melalui kanal Youtube Padepokan Nur Dzat Sejati.
Seperti diketahui, Pesulap Merah Marcel Radhival sempat membongkar trik sulap Gus Samsudin.
Bahkan, Marcel pernah mendatangi padepokan Gus Samsudin. Kedatangannya itu untuk membuktikan kesaktian Gus Samsudin yang oleh warga sekitar dianggap memiliki kelebihan.
Namun, Marcel Radhival tidak berhasil membuktikan, lantaran dihadang oleh pengacara Gus Samsudin.
Bahkan, ada seorang warga yang tiba-tiba menyerang Marcel Radhival saat ia terlibat perdebatan sengit dengan pengacara Gus Samsudin dan Kepala Desa Rejowinangun. Kabarnya, padepokan Gus Samsudin sudah ditutup.
Menurut Gus Fahrur, karomah atau kemuliaan seseorang bisa dilihat dan dibuktikan bukan dari keanehan-keanehan yang dilakukan, tapi ilmu dan amal.
Para kiai yang memiliki karomah, kata Gus Fahrur, adalah mereka yang mengikuti sunnah dan syariat.
Gus Fahrur berharap, masyarakat segera sadar terhadap fenomena keanehan di luar nalar yang kerap terjadi, agar tidak melulu tertipu dengan sulapan-sulapan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ditemukan tanggapan dari Gus Samsudin terkait kritikan dari Gus Fahrur tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
