Masuk

Guspardi Gaus: Banyak Permasalahan di Negeri ini yang Perlu Diperhatikan Ketimbang Tiga Periode dan Tunda Pemilu!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Polemik wacana penundaan pemilu hingga perpanjangan masa jabatan kian berbuntut panjang meskipun beberapa hari lalu, Presiden Jokowi telah melarang para kabinet menyuarakan hal tersebut.

Namun, beberapa pihak masih menyuarakan perihal tersebut, lantas dari hal tersebut Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus menyarankan pemerintah agar fokus menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi ketimbang mengurusi penundaan Pemilu 2024.

 Misalnya, para menteri bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok yang menekan perekonomian rakyat.

Baca Juga: Ibu Eliezer Minta Tolong ke Presiden: Tolong Bapak, Kami Merasa Tidak Ada Keadilan Untuk Icad

Guspardi menyampaikan Presiden Jokowi telah melarang menteri di kabinet Indonesia Maju berbicara isu penundaan pemilu.

“Banyak lagi permasalahan di negeri ini yang perlu diperhatikan ketimbang terus menggaungkan tiga periode dan tunda pemilu,” kata legislator Daerah Pemilihan II Sumatera Barat. Dikutip dari Jpnn. Sabtu, 9 April 2022.

Menurut Guspardi, para menteri wajib patuh larangan Jokowi, apalagi narasi penundaan pemilu juga membuat gaduh perpolitikan nasional.

Baca Juga: Gubernur Sulsel Hadiri Rakornas, Presiden Jokowi Ingatkan Kebijakan Berbasis Data

“Polemik dan wacana kontroversial itu memang harus diakhiri dan ditutup rapat-rapat,” bebernya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan para pembantunya di kabinet tidak membahas isu penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan pemimpin Indonesia.

 “Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan, urusan perpanjangan,” kata Jokowi dalam siaran Youtube Sekretariat Presiden.

Kepala negara memerintahkan para menterinya tidak membuat gaduh narasi perpolitikan. Dia juga meminta para pembantunya menyelesaikan masalah kenaikan berbagai kebutuhan pokok.

Baca Juga: 29 Bakal Calon Anggota DPD RI BMS, KPU Sulsel Beri Kesempatan Perbaikan

“Fokus bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” tutur Jokowi.