Terkini, Makassar — Pendekatan persuasif dan humanis yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar membuahkan hasil dalam penataan kawasan di jalan masuk Kompleks Telkomas, RT 05 RW 04, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya.
Sebanyak 20 lapak yang berdiri di atas fasilitas umum dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Sejumlah lapak bahkan diketahui telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun.
Proses penataan berlangsung aman, tertib, dan tanpa gesekan setelah Pemerintah Kecamatan Biringkanaya bersama Pemerintah Kelurahan Berua melakukan komunikasi intensif, sosialisasi, serta edukasi kepada para pedagang.
Setelah para pemilik membongkar lapaknya secara mandiri, pemerintah kecamatan dan kelurahan kembali turun ke lapangan untuk membersihkan sisa-sisa bangunan di sepanjang jalan masuk Kompleks Telkomas, Senin (6/7/2026).
Camat Biringkanaya, Maharuddin, mengatakan pemerintah sejak awal tidak mengedepankan tindakan represif dalam proses penataan kawasan.
- Aksi AeroTani Mahasiswa Polbangtan Kementan Curi Perhatian di Gerakan Tanam Serempak
- 23 Tahun Terkini.id, Kapolsek Arungkeke Harapkan Tetap Jadi Pelita Informasi Tepercaya di Jeneponto
- Ansariadi, Putra Bulukumba dengan Jejak Global, Kini Pimpin FKM Unhas
- LPM Penalaran UNM Tuntaskan PMP-OMK Ke-29 di Bissoloro
- SALAMA Jangkau 18.090 Anak, BPBD Makassar Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
Sebaliknya, komunikasi, edukasi, dan pendekatan kekeluargaan menjadi langkah utama agar masyarakat memahami tujuan penataan serta pentingnya mengembalikan fungsi fasilitas umum.
“Kami mengutamakan pendekatan humanis. Sebelum dilakukan penertiban, kami berdialog dengan para pedagang, memberikan edukasi, serta waktu yang cukup agar mereka dapat membongkar lapaknya secara mandiri,” ujar Maharuddin, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pedagang memilih membongkar sendiri lapaknya setelah memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga fungsi fasilitas umum dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat kooperatif sehingga proses berjalan aman dan tertib,” jelasnya.
Maharuddin mengungkapkan, terdapat sekitar 20 lapak yang selama ini berdiri di atas fasilitas umum. Seluruhnya telah direlokasi maupun dibongkar secara mandiri oleh masing-masing pemilik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
