Habib Bahar Minta Merokok Sebatang Dulu, Polisi Tidak Kompromi Langsung Bawa ke Lapas

Habib Bahar kembali ditangkap gegera ceramah provokatif dan langgar PSBB. (Foto: Detik)

Terkini.id, Jakarta – Habib Bahar bin Smith diketahui sempat meminta merokok sebatang dulu sebelum bersedia memenuhi panggilan polisi untuk dijemput kembali ke Lapas.

Padahal belum lama ini dirinya baru saja bebas berdasarkan program asimilasi Kementerian Hukum dan HAM.

Saat dijemput, Habib Bahar bin Smith sempat cekcok dengan polisi lantaran minta ‘sebat’ dulu atau minta izin untuk merokok sebentar.

Seperti diketahii Kabar Habib Bahar kembali ditangkap polisi dibagikan oleh akun Twitter DPP Lembaga Informasi Front @dpplif. Habib Bahar dikabarkan ditangkap Selasa 19 Mei 2020 pukul 02.00 WIB dini hari .

“Breaking news, Jam 02.00 malam ini Habib Bahar bin Smith kembali ditangkap,” kicau @dpplif seperti dikutip Suara.com.

Menarik untuk Anda:

Dalam video berdurasi 44 detik yang beredar, Habib Bahar yang dikelilingi santrinya terlihat tengah berbincang dengan aparat yang hendak menjemputnya.

Dalam perbincangan yang terekam dalam video tersebut, Habib Bahar sempat meminta izin untuk merokok kepada aparat sebelum ikut menuju lapas.

“Kita merokok sebatang dulu,” kata Habib Bahar.

“Mohon maaf kita bersama tim dikejar waktu,” ujar salah satu aparat.

Habib Bahar pun tetap bersikeras meminta diizinkan merokok terlebih dahulu. Dia bahkan menjamin tidak akan melarikan diri.

“Iya saya ngerokok dulu sebatang,” ucap Habib Bahar.

“Saya minta dengan hormat,” jawab aparat.

“Iya saya juga udah bilang, saya ikut ke lapas, saya nggak bakal kabur, saya nggak baka lari. Ini pengacara saya, saya nggak bakal lari,” tegas Habib Bahar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Reynhard Silitonga mengatakan, bahwa Habib Bahar melanggar syarat pembebasan asimiliasi selama dilakukan pengawasan oleh Petugas Kemasyarakatan Bapas Bogor.

” Pada tanggal 19 Mei 2020, izin asimilasi di rumah dicabut, Bapas Bogor yang melakukan pengawasan dan pembimbingan selama menjalankan asimilasi (Habib Bahar),” kata Silitonga melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (19/5/2020).

Silitonga menyebut bahwa Habib Bahar telah melanggar sejumlah aturan khusus dan membuat keresahan di tengah masyarakat dalam pembebasan asimilasi yang telah diberikan Kemenkum HAM RI.

Pertama, Habib Bahar menghadiri dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

“Ceramahnya, telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat,” ujar Silitonga.

Kemudian, Habib Bahar juga dinyatakan melanggar aturan dalam pelaksanaan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat covid di Indonesia.

“Telah mengumpulkan masa (orang banyak) dalam pelaksanaan cermahnya,” katanya.

Maka itu, Habib Bahar telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 3 huruf e Permenkumham nomor 3 tahun 2018.

“Kepada (Habib Bahar) dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukan kembali ke dalam lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sidang pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” imbuh Silitonga.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Pasca Tertutup Longsor, Jalur Darat Majene-Mamuju Dibuka

Denise Chariesta Kritik Keras Peramal: Itu Musyrik Tidak Percaya Tuhan, Harus Dimusnahkan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar