Terkini.id, Jakarta – Lama tak muncul, Zein Assegaf alias Habib Kribo kembali membuat heboh melalui tayangan video Youtobe di kanal miliknya.
Dalam video tersebut, sebelumnya Habib Kribo meminta Jusuf Kalla menutup-nutupi sejumlah masjid sebagai tempat yang terpapar paham radikalisme.
“Hal-hal itu sudah jelas lah. Masjid dijadikan sebagai ajang politik, ajang makar, ajang saling mangkafirkan,” ujarnya dalam kanal Youtobe.
Habib Kribo pun mengungkapkan fungsi masjid di masa Rasulullah SAW.
“Fungsi masjid di zaman nabi bukan hanya untuk umat Islam. Saat itu masjid seperti balai rakyat,” ujar dia.
- Anies Baswedan Dapat Penghargaan Dari Oxford, Habib Kribo: Mental Budak
- Habib Kribo Sebut Pergi ke Arab Buang Duit, Ustadz Hilmi: Kalau Gratis Mau Nggak?
- Habib Kribo Sebut 212 Baru Lahir Kemarin, Ruhut Sitompul: Kalaulah Semua Habib Seperti Ini!
- Habib Kribo Anggap Ucapan Najwa Shihab Buat Orang Tidak Percaya Hukum
- Habib Kribo ke JK: Kenapa Anda Harus Tunduk Kepada Anies!
Di lokasi itu, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW menggelar rapat.
“Di situ semua orang bisa masuk. Di mana ada Nabi, semua orang beragama boleh mendekat,” katanya.
“Masjid di zaman nabi itu sebagai tempat pertemuan semua manusia tak terkecuali mau agamanya kristen, Yahudi, Majusi boleh masuk ke masjid,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisinya saat ini menjadi berubah.
“Sekarang masjid ini dijadiin sakral hanya untuk umat Islam, ini salah,” tuturnya.
Menurut dia, masjid seharusnya menjadi tempat pemersatu umat, membantu dan memikirkan umat.
Terkait hal itu, Ia pun mengingatkan kepada pengurus masjid agar masjid tidak dijadikan tempat perpecahan atau menimbulkan permusuhan.
“Siapapun anda pengurus masjid nanti anda dihisab kalau masjid dijadikan sebagai tempat perpecahan dan permusuhan,” katanya.
“Tak ada yang keluar dari Nabi itu membenci orang, mengkafir-kafirkan orang, tak ada membuat makar. Semua yang keluar dari nabi itu semua kebaikan,” katanya.
Ia pun menyoroti ada persaingan antara satu mesjid dan masjid lainnya.
“Tak perlu antar masjid yang saling saing-saingan,” katanya.
Sehubungan itu, Habib Kribo mengaku mendukung program sertifikasi bagi penceramah.
“Jadi orang ga sembarangan bicara. Bisa mengkontrol. Kalau terpapar radikalisme bisa dicopot sertifikatnya,” katanya.
Ia menyatakan, sertifikasi penceramah ini sudah digunakan di dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
