Terkini.id, Makassar – Sebagai malam istimewa yang dipercaya dianugerahi Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW, Lailatul Qadar menimbulkan kekaguman dan kerinduan mendalam.
Malam yang dianggap lebih berharga dari ribuan bulan ini diyakini sebagai jawaban atas keluhan Nabi tentang usia umatnya yang singkat.
Dalam sebuah kisah, Nabi Muhammad SAW mendengar tentang seorang pejuang Bani Israil yang berjuang di jalan Allah selama 1000 bulan, menggugah kesadarannya akan sedikitnya amal ibadah umatnya.
Allah kemudian menurunkan Lailatul Qadar sebagai malam yang penuh berkah, di mana ibadah yang dilakukan setara dengan ibadah seribu bulan.
Menurut kitab Ianatut Thalibin al-Syarhi Fathul Mu’ien, Jilid II, Halaman 257, Allah menyampaikan keistimewaan malam tersebut kepada Nabi melalui Malaikat Jibril.
- Honda Hype School Asmo Sulsel Gaungkan Pesan Safety Riding #Cari_Aman di Kalangan Pelajar
- Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah
- Norden Puji Standar Keselamatan PJM, Sebut Layanan Pandu Tunda Andalkan Komunikasi Efektif
- Golf Internasional SSAO Series 4 Digelar di Padivalley Gowa September 2026, Pegolf dari 13 Negara Siap Berlaga
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Warga Bone Waspadai Informasi Tidak Resmi soal Pembatasan BBM
Malam Lailatul Qadar tidak hanya menjadi momentum ibadah yang luar biasa, tetapi juga merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul ‘Izzah langit dunia, sebagaimana difirmankan dalam surat Al-Qadr.
Tanda-tanda malam Lailatul Qadar pun menjadi fokus perhatian. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa malam tersebut memiliki ciri-ciri khusus, seperti terang, udara yang tidak terlalu panas atau dingin, serta tidak adanya awan, hujan, atau angin. Pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya yang menyenangkan.
Meskipun tidak ada kepastian waktu setiap tahunnya, ulama memberikan panduan berdasarkan pengalaman pribadi dan tradisi.
Sebagian mengaitkannya dengan 10 terakhir bulan Ramadan, sesuai dengan hadits Nabi SAW yang menunjukkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir bulan tersebut.
Amalan yang dilakukan pada Malam Lailatul Qadar mencerminkan ketekunan dan kekhusyukan umat Islam. Ibadah, i’tikaf, bersedekah, dan berdoa menjadi bagian integral dari tradisi ini, sebagaimana dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.
Dengan demikian, Lailatul Qadar tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga pembuktian kesetiaan umat kepada ajaran yang ditinggalkan oleh Nabi. Di 10 malam terakhir bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia menghadirkan kekhusyukan dan harapan akan keberkahan yang mengalir dalam malam yang penuh kemuliaan ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
