Masuk

Habiburokhman ke Demokrat: Sebagai Politisi Kita Jangan Bodohi Rakyat

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menanggapi pernyataan salah satu Kader Partai Demokrat yang mengatakan jika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilarang bicara oleh salah satu salah satu kader partai pemerintah.

Dalam tanggapannya, Habiburokhman minta kepada Partai Demokrat untuk tidak membodohi rakyat. Dia sulit mempercayai jika tokoh seperti AHY dan SBY dilarang untuk berbicara.

Habiburokhman berpendapat jika di zaman keterbukaan seperti ini, siapapun bolhe berpendapat termasuk AHY dan SBY, sehingga menurutnya, tidak mungkin ada larangan untuk berbicara.

Baca Juga: AHY Ungkap Partai Demokrat Hadir Sebagai Perubahan Rakyat Jadi Lebih Baik

“Sebagai politisi, kita jangan bodohi rakyat. Hari gini manalah mungkin ada pihak yang bisa lerang-larang orang lain bicara”, kata Habiburokhman seperti dikutip dari Detik.com, Minggu 25 September 2022.

“Apalagi yang dilarang berbicara tokoh sekaliber pak AHY dan pak SBY”, lanjut Habiburokhman.

Menurut wakil Ketum Gerindra ini, di zaman keterbukaan, orang-orang bebas berbicara dan didukung oleh kemajuan teknologi.

Baca Juga: AHY Nyatakan Tak Ingin Berkoalisi hanya untuk Gimik Politik hingga Nyanyikan Lagu Harusnya Aku

Apapun yang ingin disampaikan kata Habiburokhman, bisa langsung mengirimkan rilis ke media-media atau membuat postingan di media sosial.

“Ini zaman keterbukaan dan zaman medsos bos. Mau bicara kepada publik tinggal kirim rilis ke media atau tinggal unggah di medsos. Ngga logis kalau ada yang larang berbicara”, ujarnya.

Habiburokhman menambahkan jika, saat ini, seharusnya para politikus berlomba-lomba untuk membangun keprcayaan rakyat bukan membodohi rakyat.

Dia juga mengatakan jika rakyat sudah cerdas dan bisa membuat penilaian tersendiri terhadap para politisi di Indonesia.

Baca Juga: Puan Ucapkan Sehat Terus ke SBY, Begini Komentar AHY

“Rakyat sudah cerdas bos. Politik yang baik itu berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan untuk rakyat bukan politik fitnah pihak lain untuk mendapatkan dukungan rakyat”, lanjutnya.

Sebelumnya, Balitbang DPP Demokrat menyatakan jika ada kader dari partai pemerintah yang melarang AHY dan SBY untuk berbicara.

Syahrial Nasution selaku Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Demokrat mengungkit larangan ini sama hal nya yang terjadi di rapat DPR RI.

Pernyataan ini ditulis Syahrial Nasution dalam sebuah cuitannya di akun media sosial Twitter pribadinya yang berisi narasi singgungan mengenai larangan AHY dan SBY untuk banyak bicara.

“Kader partai pendukung pemerintah melarang Ketum @PDDemokrat Mas @AgusYudhoyono dan Pak @SBYudhoyono banyak bicara di sebuah negara demokratis. Bisa dibayangkan, jika orang terbiasa mematikan mic saat sidang di DPR menjadi presiden. Akan berapa banyak suara rakyat yang dibungkam”, tulis Syahrial Nasution.