Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah menanggapi kader Partai Demokrat, Susilawati yang meminta agar Wisma Atlet Hambalang yang mangkrak dirobohkan.
Ia menyindir bahwa demi menghilangkan satu dosa Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), segala cara dilakukan kader Demokrat tersebut.
Sebagaimana diketahui, Proyek pembangunan Wisma Atlet Hambalang terhenti di masa Pemerintahan SBY karena tersandung kasus korupsi yang melibatkan sejumlah elite Demokrat.
“Demi menghilangkan satu dosa SBY, segala cara dilakukan,” kata Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 23 Desember 2021.
Ia menyinggung bahwa awalnya, kader Demokrat seenaknya menyalahkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi soal mangkraknya Hambalang.
- Prabowo Dapat Dukungan dari SBY dan Jokowi: Pemerintahan akan Lebih Stabil
- SBY Ungkap Rencana Pertemuannya dengan Gibran Rakabuming
- Bursa Calon Wapres, AHY Urutan Kelima di Jateng; Jauh di Bawah Erick Thohir
- Anies Baswedan Semeja dengan Para Elite Partai di Nikahan Anak Ketua Majelis Syuro PKS
- Politikus Nasdem Sebut SBY Adalah Anak Emas Amerika Serikat
Namun, sikap tersebut membuat kader partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu di-bully.
Selanjutnya, kata Chusnul Chotimah, Susilawati mengemis-ngemis meminta pembangunan Hambalang dilanjutkan.
“Dibully juga. Akhirnya minta Hambalang dirobohkan. Begini resiko jadi penjiIat,” katanya.
Chusnul Chotimah membagikan pernyataannya itu bersama artikel berjudul “Nggak Ada Angin, Nggak Ada Hujan, Tiba-tiba Anak Buah AHY Minta Jokowi Robohkan Proyek Hambalang”.
Diberitakan Terkini.id sebelumnya, Susilawati menyarankan kepada Presiden Jokowi bahwa jika memang Hambalang tak layak dilanjutkan, maka sebaiknya dirobohkan saja.
“Saran untuk Presiden Jokowi, terbaik sebelum usai masa jabatan, jika hambalang memang tidak layak dilanjutkan pembangunannya, bisa dirubuhkan,” katanya melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 18 Desember 2021.
Susilawati menyarankan demikian agar lokasi Hambalang dapat ditanami pohon sehingga tanahnya menjadi kuat dan tidak longsor.
“Agar bisa ditanami pohon, tanah menjadi kuat menahan air dan tidak longsor, rasanya tidak sulit hanya tinggal kemauan saja demi kebaikan hidup bersama,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
