DARI dulu Amerika itu memang unik. Atau tepatnya Amerika selalu ingin tampil unik, beda dari negara atau bangsa lain di mata dunia.
Bahkan Amerika tidak mau disamai atau disamakan dengan siapapun dalam hal-hal mendasar dan biasa dari kehidupan.
Ketika orang lain menyebut bola kaki dengan football, Amerika menyebutnya Soccer.
Ketika dunia menimbang sesuatu dengan ukuran kilogram, Amerika menyebutnya pound.
Dunia mengukur lebar/panjang sesuatu dengan centimeter dan hektar, Amerika memakai kata feet dan acres.
- Setelah Hepatitis Akut, Waspada Serangan Cacar Monyet
- Himbau Warganya Hati-Hati Jika Pergi ke Indonesia, Amerika: Teroris Bakal Menyerang!
- Amerika Minta Warganya Waspada Jika Pergi ke Indonesia: Jauhi Demonstrasi dan Kerumunan!
- Gerhana Matahari Tahun Ini Akan Terjadi Pada 30 April
- Biden Rusia Didepak dari G20: Jika Indonesia Tak Setuju, Ukraina Harus Datang ke Bali
Ketika dunia menyebut panjangnya perjalanan dengan kilometer, Amerika menyebutnya mile. Demikian seterusnya.
Kemampuan membangun imej atau persepsi itu menjadikan Amerika kadang ingin tampil berbeda (exceptional).
Terlebih lagi ketika negara ini dipimpin oleh seorang Presiden yang rasis seperti Donald Trump.
Kulit manusia pun ingin dipilah-pilah dengan penilaian kemuliaan dan kehinaan. Rasisme pun menjadi trademark keistimewaan yang menjijikkan.
Akhir-akhir disebabkan oleh beberapa peristiwa buruk di dunia global, dosa tua Amerika di Afghanistan, sisa-sisa perang Irak/Suriah yang seolah menjadi dosa turunan, kini perang Ukraine dan banyak lagi isu-isu global menyeret Amerika ke dalam ragam masalah yang cukup rumit.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
