Terkini.id, Jeneponto – Di tengah Pandemi Covid-19, harga cabai mengalami penurunan sangat drastis di Kabupaten Jeneponto.
Para petani cabe di Jeneponto menjerit akibat dampak penurunan pendapatan yang luar yang sangat anjlok, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya
Sejumlah petani cabai mengeluhkan harga jual cabe yang anjlok, seperti yang diungkapkan, Samoddin (47) warga Kampung Ka’nea, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu Jeneponto, Kamis, 25 Juni 2020
“Sekarang harga cabe hanya Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram, harga ini sudah beberapa bulan,” kata Samoddin.
Menurutnya, sebelum Pandemi Covid-19, harga cabai sempat mencapai Rp 47 ribu perkilogram
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
“Akhir tahun lalu harganya Rp 44 ribu per kilogram, bulan Februari hingga akhir Awal Maret 2020 harganya Rp 47 ribu per kilogram, sekarang hanya Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram,” ungkap Samoddin.
Samoddin mengeluh dengan harga jual cabai yang jauh di bawah modal petani yang mulai pembibitan,pemupukan dan pemeliharaan hingga Penen.
“Ya kita jual saja karena kita butuh uang belanja walaupun tidak cukup untuk menafkahi keluarga,” uajrnya
Dia juga mengaku sulit untuk mendapatkan pembeli,”sekarang juga sulit sekali dimana mau di jual, pedagang juga kurang berminat selama turunnya harga,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
