Terkini.id, Makassar – Bertepatan dengan Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret, MIEKU mengadakan acara nonton bareng film De Toeng: Misteri Ayunan Nenek di XXI Mall Ratu Indah, Makassar.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan soft launching MIEKU di Makassar untuk wilayah Indonesia Timur, khususnya Sulawesi.
Sebelumnya industri perfilman nasional merupakan industri yang terdampak pandemi Covid-19.
Selain karena tutupnya bioskop se-Indonesia untuk membatasi penyebaran Covid-19, minat masyarakat untuk datang ke tempat keramaian juga turun.
Hal ini menyebabkan industri perfilman nasional menjadi industri yang terdampak. Sejak bioskop didirikan kembali pada tanggal 16 September 2020, hal ini menjadi harapan bahwa industri perfilman bisa bangkit lagi.
Salah satu film karya anak bangsa yang saat ini dapat disaksikan di bioskop adalah Film De Toeng: Misteri Ayunan Nenek.
Film ini adalah film thriller horor yang mengangkat budaya, cerita rakyat di Jeneponto, dan 90 persen lokasi syutingnya juga ada di Jeneponto, Sulawesi Selatan.
MIEKU memilih Film De Toeng; Misteri Ayunan Nenek di acara Nonton Bareng ini sebagai bentuk dukungan kepada dunia film nasional.
Event Nonton Bareng ini juga dirangkaikan dengan soft launching MIEKU di Makassar untuk wilayah Indonesia Timur, khususnya di wilayah Sulawesi.
Jumlah undangan yang hadir pada acara ini sekitar 84 orang yang terdiri dari teman, kerabat, keluarga, relasi dan calon agen MIEKU yang tersebar di Sulawesi Selatan.
Direktur MIEKU Makassar Akbar Ali Zakaria mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan dalam acara memperingati hari film nasional.
“Kami mendukung film-film nasional khususnya film yang yang ada di Makassar dan bersamaan dengan ini kami juga akan mengadakan soft launching Mieku hadir di Makassar untuk wilayah Indonesia Timur Khususnya Sulawesi ” kata Akbar Ali Zakaria, Selasa, 30 Maret 2021.
Selain itu, ia mengatakan MIEKU adalah produsen mie yang tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna. Produknya diolah secara higienis sehingga aman dikonsumsi tanpa terkecuali anak-anak, ibu hamil dan juga ibu menyusui.
“Harapan kami, semoga MIEKU dapat diterima dengan baik dan digemari masyarakat kota Makassar serta dapat menjadi pelopor Bakmie Frozen tanpa pengawet dan bahan pewarna di Makassar,” tutupnya.
Sementara, Sutradara Film De Toeng: Misteri Ayunan Nenek Bayu Bamungkas mengatakan film ini mengangkat nilai budaya yang ada di Jeneponto.
“Hari ini mungkin sudah ditinggalkan oleh generasi kita. Ini genre horor, kalau kita mengatakan ini genre budaya mungkin tidak ada yang akan nonton,” ucapnya.
Bayu mengatakan mengemas film tersebut dengan genre horor dengan membawa pesan nilai budaya kearifan lokal.
Film De Toeng: Misteri Ayunan Nenek tayang perdana pada 11 Februari 2021. Film tersebut merupakan film pertama yang tayang di 124 layar di Indonesia.
“De Toeng bertahan selama 37 hari di Bioskop dengan kurang lebih 30 ribu lebih penonton. Antusias sekali masyarakat, ini di luar dugaan kita,” kata Bayu.
Ia berharap pada hari film nasional masyarakat tetap mencintai film nasional, khususnya film daerah Makassar.
“Kita berharap masyarakat terus menerima film yang lahir di Indonesia, khususnya dari daerah Makassar,” ucapnya.
Plt Dinas Pariwisata Kota Makassar Moh Roem mengatakan film ini merupakan film yang luar biasa. Ia mengatakan pemerintah kota mendukung penuh dan berkomitmen mulai dari hak intelektual sampai pemasaran.
“Mengangkat film yang bernuansa kearifan lokal, khususnya di Makassar tentu tidak akan pernah kekurangan bahan. Terutama bila mengangkat soal nilai-nilai budaya,” kata Roem.
“Pemerintah kota selalu mendukung film yang lahir di dari tangan anak bangsa, biasanya kami mengajak ASN menonton film De Toeng sebagai bentuk dukungan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
