Terkini, Makassar — Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, BPJS Ketenagakerjaan memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan responsif bagi peserta di Kota Makassar.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Trisna Sonjaya, di Makassar, Jumat (4/9/2026).
Trisna berinteraksi langsung dengan peserta, termasuk membantu proses pengajuan klaim sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai kebutuhan peserta.
Kehadiran jajaran direksi di tengah peserta menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk mendengarkan secara langsung pengalaman, kebutuhan, serta masukan peserta sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pelayanan.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan peserta. Kami ingin memastikan bahwa manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan benar-benar dirasakan dan pelayanan yang kami berikan mampu menjawab kebutuhan peserta, terutama ketika mereka menghadapi risiko dalam bekerja,” ujar Trisna Sonjaya.
- DKW Panji Bangsa Sulsel Gelar Diskusi Publik Prabowonomic, Dorong Percepatan Ekonomi Kreatif
- BNI Kenalkan Literasi Keuangan, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung Lewat Rekening
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Kenalkan Literasi Keuangan dan Peduli Lingkungan Lewat Praktik
- SUV Hybrid MG ZS Hybrid+ Meluncur di Makassar, Ini Harga dan Fiturnya
- Hadapi El Nino, Penyuluh Kehutanan Sulsel Dibekali Strategi Mitigasi Karhutla untuk Akselerasi FOLU Net Sink 2030
Dorong Pelayanan yang Mudah dan Memberikan Kepastian
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, mengatakan Harpelnas menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh jajaran agar menempatkan peserta sebagai prioritas utama.
Menurutnya, pelayanan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian administrasi, tetapi juga memastikan peserta memperoleh pengalaman layanan yang mudah dan memberikan kepastian.
“Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang menyelesaikan proses administrasi, tetapi bagaimana memastikan peserta mendapatkan pengalaman layanan yang mudah, cepat, dan memberikan kepastian,” kata Suci.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong seluruh jajaran di wilayah Sulawesi Maluku untuk lebih dekat dengan peserta, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memberikan solusi atas persoalan layanan yang disampaikan.
Santunan Dikembangkan Menjadi Modal Usaha
Rangkaian Harpelnas 2026 di Makassar juga diisi dengan penyerahan santunan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.
BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan manfaat berupa santunan, tetapi juga mendorong ahli waris agar mampu mengembangkan manfaat tersebut sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan dan membangun kembali kemandirian ekonomi keluarga.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang memberikan literasi keuangan serta pembekalan keterampilan kepada ahli waris.
Program ini merupakan bagian dari semangat Value Beyond Protection, yakni memberikan nilai lebih dari sekadar perlindungan melalui pembayaran manfaat, tetapi juga membekali peserta dan ahli waris dengan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat hidup lebih mandiri.
Salah satu penerima manfaat, Syamsiar, memanfaatkan santunan yang diterima sebagai modal untuk membuka usaha pempek. Sementara ahli waris lainnya, Ade Sri Rahayu, mengembangkan usaha kopi.
Produk yang dihasilkan keduanya turut dipamerkan di Kantor Cabang Makassar dalam rangkaian kegiatan Harpelnas 2026.
Makassar Berjasa Lindungi Pekerja Rentan
Selain pelayanan langsung kepada peserta, rangkaian Harpelnas juga diisi dengan audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.
Pertemuan tersebut menjadi bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan terhadap komitmen Pemerintah Kota Makassar melalui program Makassar Berjasa (Makassar Berbagi Jaminan Sosial) dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Hingga Agustus 2026, Pemkot Makassar telah mendaftarkan sekitar 81 ribu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Selain itu, sekitar 45 ribu pekerja rentan telah terdaftar dalam tiga program, yakni JKK, JKM, dan Jaminan Hari Tua (JHT), dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ke depan, Pemkot Makassar menargetkan penambahan perlindungan bagi sekitar 22 ribu pekerja rentan melalui pembiayaan APBD.
BPJS Ketenagakerjaan berharap kolaborasi dengan Pemkot Makassar terus diperkuat agar pekerja rentan yang belum terlindungi dapat segera memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.
Munafri Arifuddin mengatakan Pemkot Makassar berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap perlindungan pekerja rentan melalui program Makassar Berjasa.
“Pemkot Makassar berkomitmen mendukung perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan melalui Program Makassar Berjasa. Kami berharap kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat terus diperkuat agar semakin banyak pekerja rentan yang terlindungi,” ujarnya.
BPJS Sapa Peserta Korban Kecelakaan Kerja
Semangat kepedulian terhadap peserta juga diwujudkan melalui kunjungan BPJS Ketenagakerjaan ke RS Kemenkes Makassar yang merupakan salah satu Rumah Sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (RS PLKK) yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran BPJS Ketenagakerjaan menyapa Kadek Mega Saputra, peserta yang sebelumnya mengalami luka bakar akibat kecelakaan kerja.
Kadek memperoleh perawatan melalui manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hingga kondisinya pulih.
Trisna mengatakan pengalaman Kadek menjadi pengingat bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting ketika pekerja menghadapi risiko yang tidak terduga.
“Ketika kecelakaan kerja terjadi, yang dibutuhkan pekerja bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga kepastian bahwa dirinya mendapatkan perawatan terbaik sampai kembali pulih,” ungkapnya.
Menurut Trisna, melalui manfaat JKK, peserta dapat memperoleh pelayanan pengobatan dan perawatan sesuai kebutuhan akibat kecelakaan kerja.
Rangkaian Harpelnas 2026 di Makassar menjadi momentum bagi BPJS Ketenagakerjaan untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, memperluas cakupan kepesertaan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga kerja keras pekerja terlindungi, keluarga lebih tenang, dan masa depan lebih pasti.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
