Terkini.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar rapat pimpinan, di Hotel Claro Makassar, Rabu 27 Juli 2022.
Rapim ini buka langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, hadir juga Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Ketua DPP Bidang Kelautan yang juga Mantan Menteri Kelautan Prof Rokhmin Dahuri dan sejumlah pimpinan DPC PDIP se-Sulselm
Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) mengatakan, Rapim ini merupakan ajang konsolidasi partai untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi momen politik seperti Pemilu 2024, serta menjadi ruang silaturahmi bagi kader partai.
“Kami berharap kepada para peserta rapim agar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan keputusan terbaik,” ungkap Anggota DPR RI ini.
Ia menekankan, sebagai kader dan pengurus partai, membutuhkan kerja keras agar mampu kita lewati semua tahapan mulai dari verifikasi partai politik hingga Pemilu 2024.
- DPD PDI Perjuangan Sulsel Gelar Fit and Proper Test 100 Calon Ketua PAC di Makassar
- TMP Sulsel Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Panti Asuhan di Makassar
- PDI Perjuangan Sulsel Rayakan HUT ke-79 Megawati dengan Aksi Penghijauan dan Penebaran Benih Ikan
- Konferda dan Konfercab VI PDIP Sulsel Rampung, Struktur Kepengurusan DPD dan 24 DPC Resmi Ditetapkan
- ARW Kembali Jabat Ketua DPD PDIP Sulsel, Mesakh Sekretaris dan Risfayanti Bendahara
“Konsolidasi partai harus kita tingkatkan, syarat utama yang harus dihadirkan yaitu, menyatukan semangat perjuangan. Untuk meraih kemenangan di 2024, kuncinya hanya satu yaitu solid,” ujar ARW.
Sekjen DPP PDIP dalam arahannya menekankan bahwa, sebagai kader partai harus mampu menjiwai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
“Bangsa Indonesia harus berani menatap masa depan yang cerah dengan Pancasila sebagai ideologi yang bekerja (working ideology),” ungkapnya.
Hasto mengungkapkan, letak geografis dan kekayaan alam Indonesia menjadi potensi kekuatan dan titik peradaban dunia. Tak terkecuali Sulsel yang menjadi salah satu titik tumpu dan penopang Ibu Kota Negara yang baru nantinya
“Sudah lama kita hanya melihat kedalam, di dalam negeri. Kita lupakan esesni bahwa Indonesia diantara dua benua, dua samudera. Sejatinya jadi titik peradaban,” pungkas Hasto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
