Hasto Kristiyanto Sebut Kopi Sebagai Penghilang Stress Hadapi Perpolitikan di Indonesia

Hasto Kristiyanto Sebut Kopi Sebagai Penghilang Stress Hadapi Perpolitikan di Indonesia

R
Caroline Chintia
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Usai menghadiri Festival Kopi Tanah Air pada Sabtu, 28 Mei 2022 Hasto menyampaikan adanya hubungan antara kopi dan dunia politik di Indonesia. Pahitnya kopi lebih mudah dipahami dalam arti kehidupan.   

Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengungkapkan terkait adanya hubungan antara pahitnya kopi dengan dunia politik di Indonesia.

“Sebab dalam dunia politik, banyak kepahitan yang akan dialami. Namun, dengan merasakan berbagai cita rasa kopi

bisa memahami ternyata ada yang lebih pahit dari kehidupan,” kata Hasto saat Festival Kopi Tanah Air di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Sabtu, 28 Mei 2022. Dilansir dari liputan6.com

Bahkan dengan menghirup aroma kopi dan menyesap rasanya dengan benar mampu mejadi penawar kala pikiran sedang stress.

Baca Juga

“Kalau kita stress, bisa menghirup aroma kopi. Kemarin kita diajari bagaimana cara menikmati kopi yang baik,” ucap Sekjen PDIP tersebut. 

Hasto juga sedikit berbincang dengan para penjaga stand di Rufu Coffee sembari menyeruput segelas kopi di tangannya.  

Diketahui, Rufu Coffee adalah warung kopi bermotto “Rasaku Filosofiku” yang merupakan salah satu wujud pelaksanaan ekonomi kerakyatan oleh kader PDIP.

“Yang penting adalah imajinasi tentang membangun Indonesia yang kata Bung Karno, berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri, dilakukan dengan kopi,” ucap Hasto

Dalam waktu yang sama Hasto juga menyampaikan terkait isu reshuffle dalam kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Jokowi belakangan ini mulai berembus.

Menurutnya reshuffle adalah hak prerogatif kepala negara atau Presiden dan tidak harus dipermasalahkan, karena akan membuang energi.  

“Itu kan mengurangi energi kita, kalau kita semua berpedoman bahwa urusan reshuffle itu merupakan urusan presiden, hak prerogatif presiden, mengapa kita meributkan?,” ucap Sekjen PDIP, Hasto  

Hasto menambahkan, hak prerogatif presiden diatur dalam konstitusi negara. Artinya, presiden dapat melakukan suatu evaluasi untuk meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan.

“Misal presiden melakukan evaluasi, mengapa minyak goreng langka?

Mengapa pergerakan ekonomi rakyat tidak secepat yang beliau harapkan?

Presiden bisa melakukan evaluasi dan menentukan dengan hak prerogatif siapa yang akan menjadi pembantu beliau,” jelas Hasto.

“Jadi, kita tidak perlu meributkan hal itu (reshuffle),” imbuh dia.

Hasto mengajak para anak bangsa untuk membangun energi positif bagi negara, ketimbang membahas hal-hal yang belum tentu kepastiannya.

Apalagi, hal tersebut menjadi ruang lingkup dari Presiden Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.