Makassar Terkini
Masuk

Hati-Hati! Berikut Wilayah Berpotensi Gempa Dahsyat dan Tsunami Besar Menurut BMKG

Terkini.id, Jakarta – Masyarakat Indonesia diimbau untuk berhati-hati dan berjaga-jaga karena BMKG baru-baru ini memprediksi akan terjadinya gempa dahsyat dan gelombang tsunami besar di salah satu wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan pemodelan matematika untuk mengukur potensi gempa terkuat dan tinggi maksimum tsunami yang bisa menyapu Jawa Timur.

Ramalan gempa dan tsunami berdasarkan data zona seismik gap hingga catatan sejarah geografis gempa di Jawa Timur

Berdasarkan pemodelan matematis, Jawa Timur berpotensi diguncang gempa hingga kekuatan magnitudo 8,9 dan tinggi maksimum tsunami mencapai 29 meter.

“Dari sejarah dan data-data yang terekam hingga saat ini, akhirnya kami menyusun pemodelan secara matematis potensi tsunami di Jawa Timur,” ungkap Dwikorita dalam Webinar bertajuk Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, dikutip terkini.id dari tribunnews pada Rabu, 2 Juni 2021.

“Hasil analisis kami untuk wilayah Jawa Timur, potensi tsunami seluruh pesisir tinggi maksimum adalah 26-29 meter di Kabupaten Trenggalek dan waktu tiba tercepat datangnya tsunami, 20-24 menit di Kabupaten Blitar,” imbuhmya.

Dari gambar peta distribusi gempa bumi yang dirasakan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada periode 2008-2020 dan dari sekian ratus kejadian gempa sejak tahun 2008 hingga 2020, ditandai dengan titik merah dan kuning, tampak ada zona-zona yang ‘kosong’ (tidak ada kejadian gempa).

“Zona-zona yang kosong ini merupakan zona seismik gap,” ungkap Dwikorita lagi.

Ia lanjut menjelaskan bahwa zona seismik gap di daerah selatan Jawa Timur patut diwaspadai.

Mengapa? Itu karena zona ini seharusnya relatif aktif melakukan guncangan, meskipun jarang terjadi.

“Karena zona itu belum melepaskan energi sebagai gempa, energi masih tersimpan di sana. Artinya baru siap-siap akan melepaskan energi.”

Nah, hal ini nantinya dapat memicu terjadinya gempa signifikan karena energi gempa cukup lama tersimpan dan terakumulasi dalam waktu cukup lama.

“Inilah yang kami jadikan skenario untuk memprediksi kemungkinan terjadinya tsunami,” paparnya.

“Berapa ketinggian gelombang, kapan waktu datangnya, dan jarak masuknya berapa, sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami juga,” pungkas Dwikorita.