Heboh Ikan Oarfish Ditemukan di Selayar, Benarkan Pertanda Tsunami?

Terkini.id, Makassar – Nelayan di Selayar menangkap seekor ikan langka, yakni oarfish. Peristiwa itu menjadi viral di media sosial karena dikaitkan dengan tanda bencana alam.

Ikan berbentuk pipih dengan panjang hingga 3 meter tersebut terlihat ditangkap nelayan Selayar melalui sebuah foto yang beredar.

Dalam foto tersebut, tampak tiga nelayan sedang memegang ikan tersebut di atas kapal.

Disebutkan, ikan itu adalah hasil pancingan seorang pria bernama Andi Saputra. Kemudian, disebarkan oleh pemilik akun Yanti Irma.

Sejumlah orang pun meminta warga waspada, lantaran kemunculan Ikan Oarfish selama ini selalu dianggap sebagai tanda terjadinya bencana alam.

Baca juga:

“Ikan oarfish ditemukan di Selayar. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa untuk Kepulauan Selayar, Bulukumba dan sekitarnya,” jelas pemilik akun Ardhy Cedda A’r.

Disebutkan, selama ini ikan Oarfish dianggap sebagai penanda bencana, lantaran ikan tersebut hidup di kedalaman laut hingga 100-1.000 meter.

Hewan ini punya kepekaan terhadap pergerakan lempeng dasar. Karena itu, ketika terjadi pergerakan di dasar laut, hewan ini akan muncul.

Hal itu bisa dilihat dari berbagai peristiwa tsunami dan gempa yang pernah terjadi. Beberapa saat sebelum terjadi gempa di Jepang pada 2011, maupun gempa di Filipina, hingga gempa di Palu, ikan oarfish dikabarkan muncul ke permukaan.

Penjelasan Ilmuwan

Sayangnya, para ilmuwan tidak menemukan keterkaitan antara kemunculan Ikan Oarfish dengan peristiwa bencana gempa.

Melansir dari hitekno, sebuah penelitian terbaru menunjukkan kepercayaan tentang oarfish tanda terjadinya gempa tidak memiliki dasar.

Para ilmuwan dari Universitas Tokai di Tokyo mengatakan bahwa tidak semua penampakan oarfish, yang dikenal sebagai penghuni laut dalam, diikuti oleh gempa besar.

Dalam penelitiannya para ilmuwan membandingkan catatan penampakan oarfish di Jepang dengan peristiwa gempa di Jepang selama lebih dari 90 tahun terakhir.

“Jika kita bisa memahami hubungan (antara penampakan oarfish dan gempa), maka akan membantu dalam pencegahan bencana,” demikian kata Yoshiaki Orihara, ilmuwan dari Universitas Tokai seperti dikutip The Guardian.

Dalam studi tersebut, mereka mencatat sekitar 263 penampakan oarfish di Jepang sejak 1928. Dalam periode yang sama tercatat terjadi 221 gempa dengan kekuatan minimal 6 skala Richter.
Oarfish saat ditemukan beberapa wisatawan di Jepang.

Tetapi dari seluruh catatan itu, hanya ada satu gempa yang terjadi dalam waktu 30 hari setelah penampakan oarfish. Gempa itu terjadi pada Juli 2007.

Pada peristiwa itu, oarfish ditemukan dalam radius 100 kilometer dari lokasi gempa.

“Sangat mengecewakan karena kami tak menemukan hubungannya, tetapi di masa depan kami akan meneliti hubungan antara terdamparnya lumba-lumba dan ikan paus dengan gempa bumi,” jelas Orihara.

Tetapi hubungan antara ikan raksasa itu dengan gempa tidak hanya bermula dari dongeng, sejumlah ilmuwan di Jepang itu juga berteori bahwa oarfish keluar dari habitatnya di laut dalam ke perairan yang lebih dangkal karena merasakan perubahan elektromagnetik yang dipicu oleh aktivitas tektonik.

Jepang sendiri dikenal sebagai salah satu negeri rawan gempa di dunia.

Sejumlah ilmuwan yakin pesisir Jepang yang menghadap ke Samudera Pasifik berpeluang diguncang gempa besar dalam 30 tahun mendatang.

Itulah penjelasan ilmuwan mengenai ikan raksasa oarfish dan kaitannya dengan gempa yang ternyata hanya mitos saja.

Komentar

Rekomendasi

THR PNS di DKI Jakarta Dipotong, Tapi TGUPP Tidak

New Normal, Menag Segera Umumkan Aturan Ibadah di Masjid

Bayi 36 Hari Sembuh dari Covid-19 Disambut Meriah Para Tim Medis

Tak Mau Anak Jadi Korban, Petisi Tolak Aktivitas Belajar di Sekolah Juli 2020 Muncul

Pria Ini Diramalkan Tawaf Sendirian di Kabah 20 Tahun Lalu, Kini Jadi Kenyataan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar